BPJN Babel Buka Suara Soal Aspal Jalan Nasional Hanya 5 Cm, Ini Penjelasannya

PANGKALPINANG, INLENS.id – Sorotan tajam dari aktivis masyarakat belakangan ini tertuju pada proyek pengerjaan jalan nasional di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pasalnya, ketebalan aspal pada proyek tersebut diketahui hanya dipatok setebal 5 sentimeter (cm).
Bahkan, jika diamati langsung di lapangan, beberapa titik sambungan aspal justru terlihat jauh lebih tipis dan dinilai tidak sesuai spesifikasi.
Merespons polemik tersebut, Pihak Balai Pengelolaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi rinci mengenai alasan teknis di balik tipisnya aspal di jalur tersebut.
Menurut pihak BPJN, penentuan ketebalan aspal senilai 5 cm tersebut bukanlah keputusan asal-asalan, melainkan hasil perhitungan matematis yang mengacu pada data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) serta Indeks Kemantapan Jalan (IRI).
“Kita menentukan ketebalan aspal itu berdasarkan data survei. Di tingkat kementerian, usulan digodok sesuai dengan LHR dan beban lalu lintas yang lewat. Jadi tidak bisa dibandingkan dengan jalan di Pantura Jawa Timur atau Jawa Barat,” ujar Dina selaku PPK 1.2 saat ditemui jaringan media ini di Kantor BPJN Babel pada 19 Mei 2026 yang lalu.
Ia menjelaskan bahwa volume kendaraan dan beban muatan di Bangka Belitung tergolong rendah jika dibandingkan dengan jalur logistik utama di Pulau Jawa atau daerah industri lain seperti Palembang yang kerap dilintasi kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
Aspal setebal 5 cm ini difungsikan sebagai lapis permukaan atau lapis aus (Asphalt Concrete – Wearing Course / AC-WC) dengan target masa pakai hingga 10 tahun.
Terlebih, tingkat kemantapan jalan nasional di Babel saat ini diklaim sangat tinggi, yakni mencapai 99,8 persen. Hal ini menandakan bahwa kerusakan yang terjadi mayoritas hanya berada di lapisan paling atas, bukan pada struktur dasar jalan.
Fakta di Lapangan Terlihat Kurang dari 5 Cm?



