Di Era AI, Karakter Tak Tergantikan, Ini Pesan Kadisdik Pangkalpinang

“AI itu bisa menguasai pengetahuan, tapi untuk membangun karakter, itu kembali lagi kepada guru-guru kita sebagai ujung tombak dalam memberikan pembelajaran dan keteladanan di satuan pendidikan,” tegasnya.
Terkait manajemen dan sumber daya manusia di lingkungan Disdik Kota Pangkalpinang, Erwandi menyebut bahwa akan dilakukan pemetaan (mapping) dan penyegaran jabatan, termasuk untuk posisi Kepala Sekolah.
“Seperti disampaikan Pak Wali Kota, nanti kita akan lakukan mapping. Memang masih banyak yang masih PLT, nanti akan kita isi dan tempatkan orang yang sesuai dengan kompetensinya. Intinya, penyegaran itu hal yang lumrah,” ucapnya.
Langkah ini juga bertujuan untuk menghilangkan stigma sekolah favorit dan tidak favorit.
“Supaya guru-guru yang biasa di sekolah yang dianggap favorit bisa pindah ke sekolah lain, dan justru memperbaiki sekolah tersebut menjadi favorit. Sebenarnya tidak ada sekolah favorit atau tidak, semuanya sama, yang membedakan hanya mindset masyarakat,” tambahnya.
Disinggung mengenai syarat menjadi Kepala Sekolah, Erwandi menjelaskan bahwa kriteria minimal adalah memiliki golongan ruang III/C dan telah mengikuti pendidikan calon kepala sekolah.
“Namun, sesuai edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, saat ini boleh dilantik terlebih dahulu meskipun pendidikannya menyusul. Jadi peluang masih terbuka lebar,” pungkasnya




