Bangka TengahBeritaDaerahPangkalpinangTimah

Kasus Herman Fu Cs Bergulir, 8 Saksi Kupas Peran Para Terdakwa

Terkait pengelolaan kegiatan secara keseluruhan, pengawas lapangan tersebut juga menyatakan bahwa segala kebutuhan, mulai dari penyediaan bahan bakar untuk alat berat hingga keperluan lainnya, diatur dan disediakan oleh orang yang mengajaknya bekerja, yaitu Igus.

“Namun untuk laporan dan keterangan yang lebih rinci serta lengkap, saya sampai saat ini belum memilikinya,” ujar Robi.

Sementara itu, saksi lain, Fajar Dewanto dari Direktorat Bea Cukai, menceritakan rangkaian kegiatan penindakan yang dilakukan bersama Koordinator Wilayah. Ia menyampaikan bahwa keduanya menggunakan helikopter untuk mencari keberadaan alat berat di lokasi kedua yang menjadi sasaran. Hal ini dilakukan karena tim lain yang bertugas sebelumnya hanya menemukan satu unit buldoser saja di tempat yang telah dituju.

“Sebelumnya, kami memang sudah mendapatkan informasi bahwa di lokasi tersebut ada alat berat, namun ketika tim tiba dan memeriksa, alat-alat itu tidak terlihat dan tidak berada di tempat yang seharusnya. Itulah sebabnya kami melakukan pencarian dengan menggunakan helikopter,” jelas Fajar.

Berdasarkan hasil pencarian, alat-alat berat itu berhasil ditemukan dan lokasinya masih berada di daerah Sarengat, tidak jauh dari tempat kegiatan yang sebelumnya ditemukan. Meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, jalur menuju ke tempat tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun sepeda motor, sehingga hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau melalui jalur khusus.

“Adapun alat berat yang berhasil kami temukan berjumlah enam unit ekskavator, dengan rincian lima unit bermerek Hitachi dan satu unit lagi bermerek Sunward. Jika digabungkan dengan alat yang sudah ditemukan di lokasi pertama sebelumnya, totalnya ada tujuh unit, yaitu enam ekskavator dan satu buldoser. Namun, alat-alat tersebut tidak berada di satu tempat yang sama, melainkan tersebar di dua lokasi yang berbeda,” ungkapnya.

Baca juga  Pelantikan Sekda Bangka Tengah Diprediksi Juli Ini

Setelah ditemukan, tim segera melakukan pengamanan dan berusaha mencari keberadaan pengemudi atau operator alat berat tersebut. Namun, tidak seorang pun dari mereka yang ada di tempat pada saat itu. Sementara itu, tim penindakan lainnya baru dalam perjalanan menuju lokasi karena harus menempuh jalur darat yang memutar dan memakan waktu perjalanan lebih lama.

“Setelah tim lain tiba dan kami melakukan pemeriksaan serta pengamanan secara menyeluruh, tetap tidak ditemukan orang lain di sekitar lokasi. Oleh karena itu, kami menunggu kedatangan tim tersebut untuk membantu proses pengamanan dan penjagaan,” tambah Fajar.

Selanjutnya, tim meminta bantuan kepada operator yang sebelumnya telah diamankan dari lokasi pertama untuk membawa kunci alat berat. Hal ini dapat dilakukan karena jenis dan merek alatnya sama, sehingga kunci yang digunakan pun bisa dipakai secara bergantian. Langkah ini diambil agar alat-alat berat tersebut dapat dipindahkan dari lokasi yang berada di dalam kawasan hutan menuju tempat yang lebih aman dan mudah dijangkau.

Setelah berhasil dipindahkan ke daerah yang lebih terbuka dan aman, pada keesokan harinya seluruh alat berat itu dipindahkan kembali dan dikumpulkan di satu tempat, yaitu di daerah Nadi.

“Pada hari yang sama, sekitar pukul 18.30 WIB, tiga orang lainnya juga datang ke lokasi tersebut. Saat itu, kami juga menemukan bahwa ada tiga lokasi kegiatan penambangan yang sedang beroperasi. Kedatangan mereka diduga karena sebelumnya telah dihubungi oleh petugas lapangan bahwa ada kegiatan penindakan yang sedang berlangsung. Di antara mereka yang hadir adalah Herman beserta rekan-rekannya,” pungkas Fajar.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan