TBC Jadi Fokus Utama, Dinkes Bangka Tengah Gencarkan Skrining dan Rencana Aksi

Menurut Zaitun, meningkatnya kegiatan skrining TBC turut berdampak pada tingginya angka penemuan kasus di lapangan.
“Kendala skrining TBC hampir sama dengan HIV, yaitu masih adanya keengganan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Ini menjadi tantangan, karena jika seseorang terdiagnosis positif, maka kontak eratnya juga harus ikut diskrining,” terangnya.
Ia menambahkan, sesuai petunjuk teknis (juknis) investigasi kontak TBC, petugas kesehatan disarankan melakukan skrining terhadap minimal 20 orang yang memiliki kontak erat dengan penderita, seperti tetangga atau warga sekitar.
“Ini menjadi kendala di lapangan, karena orang-orang yang termasuk kontak erat sering kali tidak bersedia diperiksa, padahal minimal 20 orang harus diskrining terkait TBC ini,” imbuhnya.




