
Supremasi hukum juga ditekankan sebagai fondasi pembangunan daerah dan populis yang menjadi daya tarik investor. Kepastian hukum dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang sehat, sekaligus mencegah praktik penyalahgunaan wewenang di tingkat pemerintahan.

Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan sinergi antar lembaga penegak hukum melalui kerja sama dengan kejaksaan, kepolisian, dan pengadilan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan meningkatkan kepercayaan investor.
Forum peduli Banjar Patroman bersama Pemda kota Banjar turut menginventarisir SDM diaspora yang unggul agar menjadi perumus kemajuan peradaban Kota Banjar menjadi mitra strategis dengan Pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan kebijakan yang terukur dalam meningkatkan PAD kota Banjar dan menggunakan anggaran belanja yang berkualitas walaupun anggaran terbatas goalnya adalah kemajuan pembangunan yang berkesinambungan, berkelanjutan dan mewujudkan kesejahteraan untuk rakyat kota Banjar.
Perlunya kolaborasi antar daerah dan propinsi . Pemda kota Banjar bersama pelaku usaha umkm, kadin hipmi daerah berkolaborasi dengan daerah tetangganya pangandaran , ciamis dan tasik jika perlu tetangga jateng yakni cilacap Perlu dibangun kekuatan umkm dan komoditi untuk menguatkan ekonomi & daya beli masyrakat meghadirikan Menteri Umkm , para bupati walikota daerah, Gub Jabar dan Gub jateng untuk membangun harmonisasi kekuatan ekosistem UMKM & Komiditi Wilayah menjadi benteng kekuatan ekonomi rakyat kecil . Goalnya adalah daya beli masyarakat meningkat , interaksi ekosistem terwujud dan pelaku usaha tumbuh . Dan banjar bisa menginisiasi program kampung komiditi buah buahan dan perkebunan menuju pasar Ekspor internasional di kembangkan oleh pelaku usaha lokal dan di bina oleh pemda kota banjar
Gagasan tersebut mengemuka dalam dialog antara Pemerintah Kota Banjar dan Forum Peduli Banjar Patroman (FPBP). Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan diaspora dalam mendorong ekonomi lokal, peningkatan kualitas SDM, serta promosi investasi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dialog “sauyunan” antara Pemerintah Kota Banjar dan Forum Peduli Banjar Patroman menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas pembangunan daerah. Kolaborasi antara Ir. H. Sudarsono walikota Banjar Patroman serta wakil walikota, sekda perangkat birokrasi yang hadir dan Ir. Endang Kuswara Ketua FPBP Forum Peduli Banjar Patroman beserta tokoh Abah Nana Ketua GNPKRI Jabar, kang Eka Santosa mantan ketua dprd Propinsi Jabar senior Tokoh Banjar & Jabar , Kang Dadang tokoh birokrasi perhutani, tokoh akademisi Doktor Affan Sulaiman, mantan tokoh birokrasi bbws / mantan calon walikota Ir.Bambang Hidayah, kang Pepen Mantan Ketua Bapenda / Asda Birokrat Pemda Kota Karawang, Kang Agung Suryamal Waketum Kadin Indonesia / Tokoh Jabar mencerminkan komitmen bersama untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk diaspora, dalam pembangunan Kota Banjar.
Salah satu point penting dalam dialog wargi Banjar kemaren menurut Kang Eka Santosa adalah perlu terciptanya kondisi kondusif dan harmonis antar warga dan warga dg aparat. Sehingga Banjar terkesan sbgi kota nyaman utk menjadi tujuan (transit) juga untuk berinvestasi. Kedua , perlu di kembangkan dan di populerkan HASIL CIPTA KARSA masyarskat yg merupakan warisan nilai dari leluhur kota banjar, baik dlm bentuk Budaya, seni, kuliner serta pengabadian nama -nama besar tempat bersejarah yang sudah populer srjsk zaman kolonial.
Menurut kang Eka Santosa Apresiasi kepada Kang BAMBANG dan Pa DIMYATI sabagai kompetitor dalam Pilwakot 2024 bisa hadir . Disamping berjiwa besar atas kedewadaan berdemokrasi, juga adalah jawaban bahwa ketika mencalonkan diri sbgi Walikota banjar, bukan semata – mata mengejar KEKUASAAN, tapi ingin pengabdian kpd kampung halamannya. Salut dan hormat !
Semoga dialog forum banjar dapat dilakukan setiap per 6bulan saran TAP kepada FPBP sebagai evaluasi kebijakan dari partisipasi ketokohan banjar dan jabar dalam demokrasi yang sehat menjadi role model di jabar dan nasional



