BangkaBeritaDaerahDPRD Babel

Imam Wahyudi Temui Warga Baturusa, Aspirasi Mengalir dari Jalan Rusak, Sampah, hingga CSR Perusahaan

Isu tanggung jawab sosial perusahaan turut mencuat. Anggota BPD Baturusa, Amarta, mempertanyakan minimnya kontribusi CSR perusahaan di wilayah tersebut, mulai dari perusahaan sawit hingga tambak udang berskala ratusan hektare.

“CSR yang diterima selama ini sangat tidak sebanding, bahkan hanya satu ekor sapi per tahun,” ungkapnya.

Imam menilai hal itu sebagai pekerjaan rumah bersama.

“Pemdes harus bersatu dan duduk bersama perusahaan. CSR jangan sekadar formalitas. Soal tambak udang, mari kita komunikasikan dan rembukkan secara serius,” katanya.

Dari sektor kelautan, Ketua Nelayan Baturusa, Ferdi menyampaikan, koperasi nelayan telah dibentuk dan berharap adanya bantuan alat tangkap dari pemerintah provinsi.

Imam memastikan aspirasi tersebut akan dikawal.

“Terkait nelayan, saya akan berkoordinasi dengan komisi yang membidangi. Kalau ada anggaran bantuan kapal atau alat tangkap, akan kita follow up,” ujarnya.

Baca juga  Anggota DPRD Warkamni Kunjungi SMKN 1 Air Gegas: Ingin Gen Z Perkuat Disiplin dan Adab

Keluhan lain datang dari warga bernama Selamet, yang menyoroti kerusakan fasilitas tribun penonton di lapangan sepak bola Desa Baturusa, meski lokasinya dinilai sangat strategis.

Menutup reses, Imam menyimpulkan bahwa sebagian besar aspirasi masyarakat berkaitan dengan kewenangan Pemkab Bangka. Ia bahkan membuka peluang ke depan untuk menghadirkan Bupati atau Wakil Bupati dalam kegiatan reses.

“Kedepan, akan lebih baik jika kepala daerah bisa hadir langsung. Agar penyelesaian masalah lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.

Reses ini turut dihadiri Kepala Desa Baturusa, anggota BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, nelayan, pemuda, serta warga Desa Baturusa dan sekitarnya.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles