KUA-PPAS 2026 Disepakati, Prof. Udin Ajak DPRD Wujudkan Pangkalpinang Maju dan Berkeadilan

Ia menyebut, KUA-PPAS 2026 dirancang secara rasional, realistis, dan progresif, agar mampu menjadi instrumen fiskal yang benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kerja sama antara eksekutif dan legislatif, kita ingin menghadirkan APBD yang berkualitas, transparan, dan akuntabel,” ujar Prof. Udin.
Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah tantangan ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah, seperti inflasi, perubahan iklim global, serta fluktuasi pasar internasional.
Meski demikian, Prof. Udin mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dalam menghadapi tahun anggaran 2026.
Dalam arah kebijakan umum, Prof. Udin menekankan tiga fokus utama pembangunan:
1. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi, didukung pemanfaatan teknologi untuk memperluas basis penerimaan daerah.
2. Reformasi belanja daerah, dengan pengelolaan anggaran yang efisien, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, terutama pada bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi lokal, dan kebersihan kota.
3. Kebijakan pembiayaan daerah yang hati-hati dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.

Dalam nota kesepakatan tersebut, pendapatan daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp768,54 miliar, sedangkan belanja daerah mencapai Rp795,63 miliar, dengan defisit sebesar Rp27,09 miliar yang ditutup melalui SILPA sebesar Rp23 miliar, menghasilkan sisa kurang pembiayaan sebesar Rp4,09 miliar.
Menutup sambutannya, Prof. Udin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD atas kerja sama dan dedikasi dalam penyusunan KUA-PPAS 2026.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga demi mewujudkan Pangkalpinang yang maju, makmur, dan berkeadilan.
“Makan lempah kuning ikan tenggiri, sungguh lezat ditemani kawan;
KUA-PPAS 2026 telah kita sepakati, demi Pangkalpinang maju, makmur, dan berkeadilan,” tutup Prof. Udin dengan pantun.




