Cece Dessy Sentuh Hati Publik di Debat Kedua: Dari Dapur Ibu Hingga Harapan Kota

Lebih jauh, Cece Dessy menekankan pentingnya demokrasi lokal yang kuat, kerukunan sosial, serta pelestarian lingkungan sebagai pondasi pembangunan kota.
“Pangkalpinang ini indah karena keberagamannya. Kita rukun karena saling menghormati. Itulah warisan yang harus kita rawat, agar anak-anak tumbuh dalam kota yang damai. Dan kita tidak boleh melupakan lingkungan kita, karena laut, sungai, dan alam adalah sumber kehidupan,” ujarnya.
Setelah itu, Prof. Udin melanjutkan visi-misi dengan penegasan komitmen mereka untuk membangun Pangkalpinang yang seimbang, berdaya saing, amanah, inklusif, rukun, dan tangguh dalam melestarikan lingkungan serta memperkuat nilai budaya.
“Kami tidak datang membawa janji kosong. Kami datang membawa cinta untuk kota ini dan tekad untuk melayani dengan sepenuh hati. Dengan doa, kerja, dan kebersamaan, kite pacak membangun Pangkal,” tutup Prof. Udin.




