BeritaNasional

Film Animasi Merah Putih: One for All Tuai Kritik, Dosen ISI Yogyakarta: Masih Bisa Dikembangkan

YOGYAKARTA, INLENS.id – Film animasi Merah Putih: One for All yang dijadwalkan tayang di bioskop menuai banyak kritik dari publik, khususnya terkait kualitas visual yang dinilai belum memuaskan untuk ukuran sebuah karya animasi layar lebar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Program Studi Animasi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Nuria Indah Kurnia Dewi, menyatakan bahwa karya tersebut masih memiliki potensi untuk dikembangkan lebih baik lagi. Menurutnya, proses kreatif adalah perjalanan panjang yang membutuhkan waktu, riset, dan pengembangan mendalam.

“Tentu bisa, semua masih punya ruang untuk dikembangkan,” ujar Nuria saat diwawancarai pada Rabu (13/8).

Ia menegaskan bahwa salah satu aspek terpenting dalam menciptakan karya animasi berkualitas adalah riset. Tahap ini menjadi bagian krusial dalam praproduksi karena menentukan kedalaman dan konsistensi dari berbagai aspek film, mulai dari cerita, visual, hingga teknis.

“Faktor riset sangat penting untuk membangun konsep film. Memang akan lebih baik jika ada waktu yang cukup untuk riset dan development-nya,” katanya.

Nuria juga menjelaskan bahwa proses riset membantu kreator memastikan bahwa setiap unsur dalam film tampil relevan dan logis. Selain itu, ia menyoroti pentingnya dukungan anggaran atau budget dalam menentukan hasil akhir produksi animasi.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas sebuah film animasi juga bergantung pada budget yang dimiliki. Semakin besar dukungan dana, biasanya akan semakin maksimal pula hasil produksinya,” jelasnya.

Meskipun begitu, ia tetap menghargai setiap upaya kreatif yang telah dilakukan oleh para pembuat film. Ia menekankan bahwa setiap insan kreatif berhak untuk berkarya dan berkembang.

“Semua pihak memiliki hak untuk berkarya atau berproses kreatif. Kritik tentu penting, tapi juga harus disertai dorongan untuk terus maju,” pungkasnya.

Film Merah Putih: One for All diharapkan bisa menjadi pembelajaran berharga bagi industri animasi lokal agar terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas di masa depan.

Sumber: jpnn.com