Kasus Pembunuhan Dirut Okeyboz.com: Rekan dan Sahabat Curiga Ada Aktor Intelektual

“Ini patut dilidik,” tegas Bang Doi.
Ia menambahkan, jauh sebelum kejadian pembunuhan tersebut, dirinya pernah menasihati almarhum Aditya Warman agar bersikap waspada terhadap penjaga kebun, Hasan.
“Entah sejak awal dia bekerja dengan Aditya, saya sudak tak sereg dengan orang ini. Naluri saya bilang kalau dia (Hasan) ini bukan orang baik-baik. Saya sampaikan ini ke Aditya. Tapi almarhum menanggapi santai saja,” ungkap Bang Doi.
Jangan Berhenti Suarakan Kebenaran
Harapan senada juga disampaikan oleh sahabat almarhum Aditya Warman yang juga salah seorang pendiri Okeyboz.com, Ichsan Mokoginta Dasin.
Ichsan yang saat ini sebagai Redaktur Eksekutif Trasberita.com mengatakan, jika kasus pembunuhan terhadap Aditya Warman, bukan sekadar kasus curas.
“Naluri saya mengatakan jika peristiwa terbunuhnya sahabat kami Aditya ini bukan kriminal biasa. Tidak berhenti di kasus curas saja,” katanya.
Mantan Redatur Budaya sekaligus penanggung jawab Desk Kriminal Harian Pagi Bangka Pos itu mengungkapkan, beberapa bulan terakhir Aditya Warman sering mengangkat sejumlah kasus besar terkait tambang dan kasus lainnya.
“Ada tidaknya kaitan peristiwa pembunuhan dengan tugas-tugas beliau sebagai jurnalis, polisi kami harap tak mengabaikan fakta-fakta ini. Bisa jadi ‘panasnya’ pemberitaan yang dibuat, menjadi penyulut. Dan, Hasan, hanya ‘penyambung’ tangan saja. Tapi apapun hasilnya, kita hormati kerja keras polisi. Insya Allah mereka (polisi) akan kerja maksimal. Hanya saja sebagai warga, terlebih sahabat korban, tentu tak ada salahnya jika kami berharap dan memberi masukan,” ujar Ichsan yang pernah menjadi korban kekerasan dan disirami air keras oleh orang tak dikenal di kediamannya, November 2023 lalu.
Dikatakan Ichsan, peristiwa yang menimpa Aditya Warman adalah bukti jika profesi wartawan sangat berisiko. Lembaga pers, pemerintah dan APH patut memberikan perlindungan maksimal terhadap para pekerja pers.
“Saya sudah alami itu. Diancam dibunuh pun sudah berkali-kali. Teror dan lain-lain sudah biasa. Terakhir disirami air keras oleh orang tak dikenal. Ini risiko kita sebagai insan pers,” katanya.
Kendati demikian, lanjut Ichsan, sebesar apapun risiko itu, tak harus membuat insan pers takut dan berhenti menyuarakan kebenaran.
“Waspada itu harus. Tapi jangan takut. Apalagi berhenti menyuarakan kebenaran. Percayalah, masih banyak masyarakat bergantung pada kita untuk menyuarakan kebenaran itu. Adapun serentetan perbuatan tak terpuji yang dilakukan oleh oknum, itu hanya bagian kecil dari dilema dan tantangan pers ke depan,” tutup nama pena dari Amang Ikak ini. (tim Tras)




