Penjabat Walikota Pangkalpinang Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas Tiga Raperda Strategis

Ia menambahkan bahwa bimbingan teknis telah digelar untuk menyelaraskan program di setiap instansi agar terhubung dan terintegrasi. “Tujuan bimbingan teknis ini adalah untuk menyelaraskan program di masing-masing instansi agar terhubung dan terintegrasi dalam mewujudkan Kota Cerdas,” tegasnya.
Evaluasi implementasi Smart City pun telah dilakukan secara berkala pada tahun 2023 dan 2024 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.Terkait pertanyaan dari Fraksi Gabungan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional mengenai urgensi Pangkalpinang Smart City di tengah defisit anggaran. “Meskipun Kota Pangkalpinang mengalami defisit anggaran, penyelenggaraan Kota Cerdas justru dapat menjadi solusi untuk efisiensi pengeluaran jangka panjang,” jelasnya.
Ia merinci, melalui digitalisasi layanan publik dan sistem manajemen berbasis data, pemerintah dapat mengurangi biaya operasional manual, meminimalkan kebocoran anggaran, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Penjabat Walikota juga menegaskan bahwa Smart City akan meningkatkan kualitas layanan publik tanpa menambah beban anggaran, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan menjadi daya tarik investasi serta pariwisata. “Pembangunan Kota Cerdas adalah investasi jangka panjang untuk mendorong partisipasi masyarakat melalui e-Government dan mendukung pencapaian SDGs,” tambahnya.





