Wakil Ketua DPRD Babel Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya Belitung

“Selain hikmah yang kita ambil dalam ritual Maras Taun ini, tentunya di sini ada silaturahmi, ada doa, ada harapan, ada kekompakkan, ada sinergi antara kita seluruh masyarakat. Dan ini harus selalu kita perjuangkan bagaimana caranya agar tradisi Maras Taun ini tetap terus berlanjut sampai ke anak cucu kita nanti,” paparnya.
Lebih lanjut, Edi Nasapta menjelaskan rangkaian acara Maras Taun, mulai dari doa bersama, pembagian pekesalan (sesaji untuk menolak bala), hingga hiburan rakyat sebagai bagian dari perayaan panen.
Dia juga berharap agar tradisi ini tetap lestari di masa mendatang.
“Dari doa dan harapan kita pada ritual Maras Taun ini ke depan tetap dilestarikan, Belitung yang kita cintai ini, tanah yang kuat ini benar-benar bisa menjadi tanah yang dapat mensejahterakan masyarakat,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi Nasapta juga menyampaikan pesan kepada perwakilan PT Foresta Lestari Dwikarya yang hadir.
Dia meminta perusahaan tersebut lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya di Dusun Air Kundur, mengingat aktivitas perusahaan berdampak pada kehidupan masyarakat setempat.
“Saya selaku wakil rakyat di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menitipkan pesan dan harapan kepada PT Foresta Lestari Dwikarya lebih lagi memperhatikan masyarakat dalam setiap kegiatan event seperti ataupun kesempatan lain. Karena di tempat ini lah kalian mendapatkan hasil, dan ke depan harus lebih memperhatikan Dusun Air Kundur ini, karena tanpa adanya Dusun ini maka kalian juga tidak ada,” tegasnya. Ia juga mendesak agar perusahaan segera menyelesaikan permasalahan plasma yang belum terurus.
“Jika ada plasma yang belum terurus maka tolong segera diurus, mumpung ada Perwakilan dari PT Foresta Lestari Dwikarya di sini. Kami juga menyampaikan pesan dari pemerintah maupun DPRD kepada PT Foresta dimana agar mendapatkan kenyamanan bekerja di sini maka bekerja lah dengan bagus dan segera lah diurus plasma yang belum selesai,” tutupnya. (**)




