Pahlivi Soroti Kinerja Diskominfo Babel: “Mimpi Mau Nilai SPBE Tinggi, Urusi Website Saja Tak Becus”
Pahlivi juga meminta Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bangka Belitung untuk segera memanggil Plt. Kepala Dinas Kominfo agar dimintai pertanggungjawaban. Ia menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh terulang, apalagi di tengah sorotan publik terhadap isu-isu sensitif yang berkembang di daerah.
“Kami tidak ingin ini dianggap sebagai masalah teknis biasa. Terlalu lama masyarakat dibiarkan tidak mendapatkan informasi resmi, termasuk perkembangan isu strategis daerah. Ini bisa memunculkan spekulasi liar,” tambahnya.
Kritik juga datang dari masyarakat. Salah satu warga Pangkalpinang, Irwan (35), menyayangkan tidak adanya pemberitahuan atau alternatif informasi resmi selama website dalam masa pemeliharaan.
“Kalau memang maintenance, ya sampaikan ke publik. Jangan diam saja. Justru karena tidak ada penjelasan, kami jadi curiga ada sesuatu yang disembunyikan, apalagi di tengah banyak isu soal disharmonisasi antar pimpinan,” ujarnya.
Irwan menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya komitmen Diskominfo dalam mengelola keterbukaan informasi. “Kami sebagai warga hanya ingin tahu apa yang sedang terjadi di daerah kami. Informasi bukan cuma soal Gubernur dan Wakil Gubernur, tapi juga soal program pembangunan, bantuan, layanan, dan lainnya.”
Menanggapi hal ini, Pahlivi menyatakan pihaknya akan terus mengawasi dan mendesak pembenahan serius di tubuh Diskominfo agar kejadian serupa tidak lagi mencoreng wajah pelayanan publik di Bangka Belitung. (yak)




