
Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, pemerintah mengeluarkan paket stimulus ekonomi, termasuk bantuan pangan 10 kg beras per bulan untuk 16 juta keluarga penerima manfaat (KPM), diskon listrik 50 persen selama dua bulan, serta insentif pajak untuk sektor properti, otomotif, dan padat karya.
Target Pertumbuhan dan Hilirisasi Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, mengandalkan pengembangan sektor hilirisasi. Keberhasilan hilirisasi terlihat dari ekspor produk nikel yang mencapai USD33,52 miliar pada 2023, meningkat 745 persen dari 2017. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga berkontribusi besar dengan investasi Rp82,6 triliun pada 2024 dan menyerap 42.930 tenaga kerja.
Selama 2012–2024, KEK mencatat total investasi Rp256,7 triliun dan menyerap 156.208 tenaga kerja. Pemerintah juga mengalokasikan Rp282,44 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2024, melebihi target awal Rp280 triliun.
Dengan strategi ini, pemerintah optimis mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan, mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.




