
Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah Indonesia mengajukan diri untuk menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD) pada 20 Februari 2024. Indonesia menjadi negara kandidat aksesi pertama dari Asia Tenggara dan berpotensi mendapatkan berbagai keuntungan dari keanggotaan ini, seperti akses ke standar ekonomi tinggi dan peningkatan daya tarik investasi. Keanggotaan OECD diharapkan dapat membuka peluang pasar baru, mengingat PDB negara anggota OECD mencapai USD 59 triliun.
Selain itu, Indonesia juga mengajukan diri untuk menjadi anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) pada 25 September 2024, serta melayangkan surat untuk bergabung dengan blok ekonomi BRICS pada 24 Oktober 2024. Keanggotaan dalam CPTPP akan membuka peluang pasar di kawasan Amerika Latin, sementara BRICS, dengan PDB yang mencapai USD 30,8 triliun, menawarkan peluang besar untuk memperluas pasar Indonesia.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan memperluas pasar ekspor Indonesia yang selama ini terbatas. Dengan bergabungnya Indonesia dalam berbagai organisasi ekonomi global ini, diharapkan dapat meningkatkan ekspor dan investasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih kuat.




