21 Ribu Keluarga Masuk Desil 1–4, Baru 8 Ribu Terima Bansos di Pangkalpinang

PANGKALPINANG, INLENS.id – Sebanyak 21.000 keluarga di Kota Pangkalpinang tercatat masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4 data kemiskinan nasional. Kendati demikian, dari total tersebut, baru sekitar 8.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersentuh program bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (Bantuan Pangan Non-Tunai/BPNT).
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pangkalpinang, Khotaman Barka, mengungkapkan bahwa sebagian besar warga tersisa yang belum menerima bansos tunai maupun sembako umumnya telah tercover program perlindungan kesehatan.
“Dari 21 ribu itu saat ini yang menerima bantuan sekitar hampir 8 ribu. Berarti sisanya belum mendapatkan bantuan (tunai/sembako), tetapi kebanyakannya sudah masuk PBI (Penerima Bantuan Iuran jaminan kesehatan),” ujar Khotaman usai penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara simbolis di Pangkalpinang, Selasa (20/10/2026).
Acara penyerahan bansos yang berlangsung di Rumah Dinas BNI, sebelah SMKN 1 Kawasan Alun-alun Taman Merdeka tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin, Wakil Wali Kota, serta didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra.
Untuk penyaluran tahap ini, tercatat ada 135 KPM yang menerima bantuan secara langsung.
Khotaman menjelaskan, untuk menjadi penerima manfaat, syarat utamanya adalah terdata dalam desil 1 sampai desil 4 tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Namun, terdapat perbedaan mendasar antara skema bantuan PKH dan Bantuan Sembako:
Bantuan Sembako (BPNT): Diperuntukkan khusus bagi kelompok rentan dengan indeks Rp 200.000 per bulan yang dimanfaatkan khusus untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok/sembako.
Program Keluarga Harapan (PKH): Ditujukan untuk mendukung kebutuhan spesifik anggota keluarga sesuai komponen yang dimiliki:




