Ratusan Mahasiswa UBB Geruduk DPRD Babel, Tuntut Evaluasi MBG dan Kesejahteraan Guru

PANGKALPINANG, INLENS.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (KM UBB) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (06/05/2026).
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti berbagai isu kerakyatan, terutama efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kritik Tajam Terhadap Program MBG
Koordinator aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBB menyatakan bahwa program MBG saat ini dianggap hanya menghabiskan anggaran negara tanpa menyentuh akar permasalahan kesejahteraan.
Mahasiswa menilai alokasi dana tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk sektor yang lebih mendesak, seperti peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
”Kita melihat program MBG ini tidak memberikan manfaat yang signifikan, sementara banyak anggaran yang terserap di sana. Padahal, di sisi lain, masih ada guru yang dipaksa bekerja dengan upah minim namun tetap dibebani tuntutan administrasi yang berat,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa saat berorasi di ruang Paripurna DPRD Babel.
Soroti Nasib Guru dan Buruh
Selain persoalan MBG, mahasiswa memaparkan data mengenai mirisnya kondisi pendidikan di daerah.
Mereka menyinggung adanya tenaga pendidik yang masih menerima gaji sebesar Rp300.000 per bulan. Angka ini dianggap sangat jauh dari kata layak, terutama di tengah tuntutan kualitas pendidikan yang tinggi.
Tak hanya sektor pendidikan, massa aksi juga membawa kabar duka mengenai perlindungan tenaga kerja di Bangka Belitung.
Mahasiswa menyoroti insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja sawit di Kabupaten Bangka sebagai bukti lemahnya keberpihakan kebijakan terhadap keselamatan buruh.
Mahasiswa mendesak para pemangku kebijakan untuk meninjau ulang program-program yang dianggap hanya bersifat seremoni dan tidak berdampak langsung pada ekonomi rakyat kecil.




