Bangka TengahBeritaDaerahPemkot Pangkalpinang

Ketat! Seleksi Paskibraka Pangkalpinang Terapkan Sistem Gugur, Hanya yang Terbaik Bertahan

PANGKALPINANG, INLENS.id — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pangkalpinang resmi memulai tahapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kota tahun 2026. Seleksi dilakukan secara bertahap dengan sistem gugur guna menjaring putra-putri terbaik daerah.

Kepala Kesbangpol Pangkalpinang, Donal Tampubolon, menjelaskan bahwa proses seleksi diawali dengan tahap administrasi yang dibuka sejak Maret lalu dan ditutup pada 31 Maret 2026.

“Dari sekitar 200 lebih pendaftar awal, yang lolos administrasi tersisa sekitar 100 peserta. Banyak yang gugur karena tidak memenuhi syarat, terutama tinggi badan,” ujar Donal, Selasa (7/4/2026).

Untuk mengakomodasi potensi lokal, pihaknya menerapkan kebijakan diskresi dengan menyesuaikan standar tinggi badan dari ketentuan nasional.

“Standar dari BPIP itu putri minimal 165 cm dan putra 170 cm. Namun untuk tingkat kota, kami turunkan menjadi 162 cm untuk putri dan 167 cm untuk putra agar lebih banyak peserta yang bisa mengikuti seleksi,” jelasnya.

Memasuki tahapan berikutnya, para peserta akan menjalani Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) berbasis online dengan sistem gugur.

“Penilaian TWK langsung dari pusat. Peserta wajib meraih nilai minimal 70. Jika di bawah itu, otomatis gugur. Waktu tes hanya satu jam dan hasilnya langsung keluar,” tegas Donal.

Baca juga  Oknum Polisi BSK Kini Menghilang, Peran Agus Solar Dalam kasus 13 Ton Timah Ilegal?

Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni tes kesehatan serta parade baris-berbaris yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.

Dalam seleksi tahun ini, Kesbangpol menargetkan terbentuknya 34 anggota Paskibraka Kota Pangkalpinang. Dari jumlah tersebut, akan dipilih 10 orang terbaik—masing-masing lima putra dan lima putri—untuk mewakili daerah ke tingkat provinsi.

Namun, untuk seleksi tingkat provinsi, standar tinggi badan kembali mengacu pada ketentuan nasional.

“Kami akan lihat siapa yang memenuhi standar nasional. Jika ada, akan kami kirim untuk mewakili Pangkalpinang di tingkat provinsi,” katanya.

Donal menambahkan, apabila peserta yang dikirim berhasil lolos hingga tingkat nasional, maka peserta cadangan akan dipersiapkan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan.

Seluruh proses seleksi melibatkan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, SPN, tim psikologi, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta unsur sipil lainnya.

“Proses seleksi dilakukan secara profesional dan terukur agar menghasilkan Paskibraka yang berkualitas,” tutupnya.

Meski jumlah pendaftar tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, antusiasme sekolah tetap tinggi. Faktor tinggi badan masih menjadi kendala utama yang menyebabkan banyak peserta gugur di tahap awal.

Related Articles