BeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Kasus TB Mengkhawatirkan, Pemkot Pangkalpinang Percepat Program RSSH

PANGKALPINANG, INLENS.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya dalam memerangi tiga penyakit menular prioritas: AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM).

‎Komitmen ini diperkuat melalui audiensi strategis bersama Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) wilayah Bangka Belitung terkait implementasi program Resilient and Sustainable System for Health (RSSH).

‎​Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan bahwa langkah kolaboratif ini sangat mendesak mengingat tren kasus penyakit menular, khususnya TB di Pangkalpinang, menunjukkan kecenderungan meningkat.

‎​Poin-poin utama audiensi yang digelar mengenai ​urgensi Nasional, dimana Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk beban penyakit Tuberkulosis setelah India.

‎Hal ini menjadikan penanganan ATM sebagai Prioritas Nasional yang harus diturunkan hingga ke level daerah.

‎​Melalui program RSSH, Pemkot Pangkalpinang fokus membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Tujuannya agar penanganan penyakit tidak hanya bersifat reaktif, tetapi preventif dan sistematis.

‎​Penanganan ATM tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Dessy menekankan perlunya keterlibatan OPD Non-Kesehatan dalam perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.

‎​Penguatan edukasi akan terus digencarkan melalui komunitas seperti Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan elemen masyarakat lainnya, menyasar sekolah-sekolah hingga pemukiman warga.

‎​”Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Penyakit ATM ini adalah beban besar, bahkan TB kita di Indonesia peringkat kedua dunia. Di Pangkalpinang pun trennya sedang naik. Melalui RSSH ini, saya mengajak seluruh OPD, baik kesehatan maupun non-kesehatan, untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan pengendalian secara masif dan terencana,” katanya kepada wartawan.

‎Pertemuan ini menjadi tonggak penting bagi Pemkot Pangkalpinang dalam menyinergikan data dinas dengan aksi nyata komunitas di lapangan guna memastikan target eliminasi penyakit menular dapat tercapai tepat waktu.

Baca juga  Pangkalpinang 268 Tahun: Menghargai Sejarah, Merayakan Kini, Merangkul Masa Depan

Related Articles