Penyakit Kambuhan Listrik Bangka: PLN Kembali Berlakukan Pemadaman Bergilir 26–30 Januari 2026

PANGKALPINANG, INLENS.id – Harapan masyarakat Pulau Bangka untuk menikmati aliran listrik tanpa gangguan nampaknya kembali pupus. Ibarat penyakit kronis yang sulit sembuh, “gejala” pemadaman bergilir kini resmi kambuh lagi.
Berdasarkan dokumen jadwal pemeliharaan yang dirilis Danantara Indonesia, PT PLN (Persero) bakal mematikan aliran listrik secara massal dan bergantian mulai 26 hingga 30 Januari 2026.
Fenomena ini seolah menegaskan bahwa stabilitas kelistrikan di Bumi Serumpun Sebalai masih jauh dari kata sembuh. Meski alasan yang disodorkan selalu serupa, yakni pembangunan dan pemeliharaan jaringan. Publik mulai jengah dengan alasan teknis yang terus berulang tanpa solusi permanen.
Daftar “Pasien” Terdampak: Dari Kota hingga Pelosok
Gejala padamnya aliran listrik ini tidak main-main. Dalam jadwal yang beredar, hampir seluruh wilayah layanan di Bangka masuk dalam daftar “pasien” yang harus rela gelap gulita selama 3 hingga 4 jam sehari.
Pangkalpinang & Sungailiat: Terkena dampak paling intens di titik-titik vital seperti pusat bisnis Jl. Sudirman dan kawasan pemukiman padat di Tua Tunu serta Pantai Tuing.
Mentok & Toboali: Pemadaman menyasar desa-desa produktif dan kawasan industri yang sangat bergantung pada stabilitas daya.
Koba: Wilayah ini juga tak luput dari jadwal pemadaman yang diprediksi mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Kritik Publik: Pemeliharaan Tanpa Akhir?
Metafora “penyakit kambuhan” ini bukan tanpa dasar. Masyarakat menilai, frekuensi pemadaman dengan alasan pemeliharaan di Bangka tergolong sangat tinggi.
Publik mempertanyakan efektivitas pekerjaan lapangan yang dilakukan selama ini; jika terus dipelihara setiap tahun dengan durasi yang lama, mengapa “penyakit” mati lampu ini selalu datang lagi di setiap pergantian musim atau momen penting?
“Kami tidak butuh pengumuman minta maaf atau jadwal padam, yang kami butuhkan adalah kepastian kapan penyakit mati lampu ini benar-benar sembuh. Bayar tagihan telat didenda, tapi layanan sering kumat begini,” cetus salah seorang pelaku usaha yang terdampak.
Lumpuhnya Aktivitas Ekonomi
Dengan durasi pemadaman yang mencapai puncaknya di jam kerja (09:00 – 16:00 WIB), PLN secara tidak langsung sedang menguji daya tahan ekonomi masyarakat.
Sektor UMKM, perkantoran, hingga layanan publik dipaksa menyesuaikan diri dengan “penyakit” tahunan ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jaminan dari pihak otoritas kapan sistem kelistrikan Bangka benar-benar mencapai titik sehat tanpa perlu “opname” mingguan seperti yang terjadi saat ini.
Berikut data jadwal yang diterima:
Senin, 26 Januari 2026
Pangkalpinang (09:00 – 12:00): Jl. Jend. Sudirman, Komplek RSBT, Kampung Dalam, Pasir Mambo, dan sekitarnya.
Sungailiat (10:00 – 13:00): Kel. Lumut, Simpang Gedong, Tj. Batu, Berbura.
Mentok (09:00 – 16:00): Belo Laut, Rintis, Air Samak, PT Lestari Alam Selindung.
Toboali (09:00 – 13:00): Ds. Jelutung, Serdang, Tj. Sangkar, Kumbung.




