BeritaPangkalpinangSEO

‎FGD HUT ke-16 FPPI: Perempuan Didorong Jadi Agen Rekonsiliasi Sosial dan Politik Pasca Pilkada Ulang

‎PANGKALPINANG,INLENS.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Forum Perempuan Peduli Indonesia (FPPI), digelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Perempuan sebagai Agen Rekonsiliasi Sosial dan Politik Pasca Pilkada Ulang 2025”. Acara ini berlangsung di Puncak Hotel Kolong Ijo, Pangkalpinang, dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi perempuan di bidang keagamaan, ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

‎‎Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hellyana, Wali Kota terpilih Pangkalpinang Prof. Saparudin, Anggota DPD RI Dinda Rembulan, serta Ketua Umum FPPI Dr. Marlinda Irwanti.

‎Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penyeimbang dan perekat sosial.

‎“Perempuan memiliki peran penting sebagai penyeimbang sekaligus perekat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kehadiran perempuan mampu menghadirkan cara pandang menyejukkan, solusi berbasis musyawarah, serta semangat rekonsiliasi yang dibutuhkan demi terciptanya persatuan,” ujar Hellyana.

‎Sementara itu, Wali Kota terpilih Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menilai tema FGD sangat relevan dengan kondisi pasca Pilkada ulang.

‎‎“Rekonsiliasi adalah kunci membangun kembali kepercayaan, kebersamaan, dan persatuan masyarakat. Perempuan, dengan kelembutan dan kebijaksanaannya, mampu menjadi penyejuk suasana dan perekat sosial di tengah perbedaan pilihan politik,” ungkap Prof. Saparudin.

‎Anggota DPD RI, Dinda Rembulan, turut menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan melalui program ekonomi dan UMKM. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup rumah tangga, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi keluarga.

‎“Kita ingin perempuan tampil percaya diri, membawa produk lokal naik kelas, dan bersaing di pasar yang lebih besar. Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan, UMKM ibu-ibu kita dorong agar lebih inovatif, kreatif, dan melek digital,” jelas Dinda.

1 2Laman berikutnya