BeritaPangkalpinangTimah

JMSI Babel Pertanyakan Penyidikan Lanal Terkait Pasir Timah 47 Ton

PANGKALPINANG, INLENS.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mendesak Markas Pangkalan TNI AL Babel segera mengungkap keterlibatan oknum anggota diduga terlibat dalam penyelundupan 47 ton pasir timah di Muara Pangkal Balam, Kamis (30/6/2025), lalu.

Pasalnya, sudah dua minggu berlalu sejak ditangkapnya Kapal Kayu KM Indah Jaya muatan 25 ton pasir timah, sampai saat ini Lanal Babel belum menetapkan satu orangpun sebagai tersangka.

Danlanal Babel, Kolonel Laut (P) Ipul Saeful mengatakan, tersangka masih Daftar Pencarian Orang atau DPO.

“Tersangka kan msh DPO bang..pd saat d tangkap krewnya pd lari karena kapal kandas. Besok air pasang tinggi rencana kapalnya kita geret ke pos pangkal balam. Silahkan klo abg mau nyaksikan,”ujar Ipul Saeful, saat dikonfirmasi Grup Suarapos.com, melalui WhatsAap, Jumat (13/6/2025).

Saat ditanya apakah ada oknum anggota TNI berinisial SB yang diduga ikut bermain dalam penyelundupan pasir timah, Danlanal Babel belum menjawab.

Terpisah Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Babel, Wahyu Kurniawan mendesak Lanal Babel dapat mengungkap sejumlah oknum terlibat dalam penyelundupan pasir timah tersebut.

“Kita berharap Danlanal bisa membongkar oknum yang bermain dalam penyelundupan pasir timah itu. Apalagi masalah ini sudah menjadi konsumsi dan buah bibir dikalangan masyarakat khusunya di warung kopi,”kata Wahyu.

Menurut Wahyu, kinerja Lanal Babel perlu dipertanyakan karena pengamanan pasir timah itu masih menjadi pertanyaan publik mengenai jumlah pasir timah di atas kapal.

“Dalam penjelasannya, Danlanal menyebutkan pasir timah itu sebanyak 25 ton,tapi informasi kita peroleh lebih dari itu. Apalagi ada temuan dilakukannya pemindahan timah dari kapal ke daratan pada jam 23.15 WIB Senin tanggal 2 Juni 2025 lalu,” jelas Sekretaris JMSI Babel ini.

Diberitakan sebelumnya, oknum anggota TNI dan Polri diduga ikut ‘bermain’ dalam penyelundupan 47 ton pasir timah yang digagalkan TNI Angkatan Laut (AL) Bangka Belitung di Muara Pelabuhan Pangkal Balam, Jumat (30/5/2025). Keduanya berdomisili di Bangka dan anggota Polri di Banten.

“Pemodal SY, dia anggota Polisi di Banten. SB anggota TNI bertugas sebagai pengumpul atau penyedia pasir timah, AH pengurus kordinasi ke APH. Mayoritas barang (pasir timah) berasal dari AN pemilik meja goyang yang ada di Jalan Lintas Timur,”ujar Sumber Suarapos.com, Selasa (10/6/2025).

Baca juga  Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan, Mahasiswa Universitas Jambi Kunjungi PT Timah

Diberitakan sebelumnya, pemilik Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34 berinisial RM warga Pangkalpinang. Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34 diduga sering digunakan untuk mengambil minyak ‘kencingan’ dari kapal Tanker.

Adapun proses penyelundupan pasir timah setelah dimuat di Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34 akan diangkut ke kapal induk yang telah menunggu di tengah laut, disinyalir pasir timah diangkut secara ship to ship di tengah laut.

“Pemilik barang SY Banten, pemain pasir timah Bangka – Jakarta, pemain Baby Lobster. Pemilik kapal RM tinggal di Pangkalpinang. Kapal angkut ini yang sering digunakan untuk mengambil minyak kencingan dari kapal tanker, kapal induknya menunggu di tengah laut. Jadi pasir timah diangkut secara ship to ship di tengah laut,”ujar Sumber Suarapos.com, Kamis (5/6/2025).

“Penyedia pasir timah oknum anggota berinisial SB. SB termasuk yang menyelamatkan ABK supaya kabur. Pasir timah bervariasi ada yang bagus dan jelek. Indikasi pasir timah yang jelek berasal dari salah satu meja goyang yang ada di lintas timur. Kapal muat pasir timah di bawah jembatan emas,”jelasnya.

Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Ipul Saeful saat dihubungi Suarapos.com, Kamis (5/6/2025) sekitar pukul 09.12 WIB dengan tegas membantah jika pasir timah yang diamankan sebanyak 47 ton. Danlanal juga membantah ada keterlibatan oknum dalam kasus ini.

“Enggak ada kok, saya yang jaga. Informasi dari mana? Enggak ada, semuanya saya jaga itu. Kan disitu bukan saya saja (Lanal Babel..red), disitu juga ada satgas dari Mabesal (Markas Besar Angkatan Laut), jangan sampai barang ini kemana-mana atau hilang kemana-mana ditungguin di kapal dan dibongkarnya setelah sandar di Pangkal Balam,”ujar Kolonel Laut (P) Ipul Saeful.

“Enggak ada, enggak ada yu. Enggak ada, anggota saya kalau ada yang main -main saya tindak,”jelasnya.

Informasi Awal Penangkapan

1 2Laman berikutnya

Related Articles