BeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Teluk Bayur Disulap Jadi Tempat Buang Puing, DLH Pangkalpinang Turun Tangan

PANGKALPINANG, INLENS.id — Aksi pembuangan sampah liar di Kota Pangkalpinang kian meresahkan dan berada di ambang batas toleransi. Bukan lagi sekadar kantong sampah rumah tangga, kawasan Teluk Bayur di Kecamatan Bukit Intan kedapatan menjadi lokasi “pembuangan massal” material bangunan berskala besar yang diduga kuat diangkut menggunakan kendaraan niaga seperti pikap dan truk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sudah sangat parah dan membutuhkan intervensi serta penanganan hukum yang serius.

“Jadi ini salah satu titik sampah liar. Tapi yang di sini, Kecamatan Bukit Intan, banyak material kegiatan usaha, ada plafon, kaca, tanah, segala macam puing bangunan. Jadi memang sudah sangat parah,” ujar Fahrizal saat ditemui di sela-sela kegiatan gotong royong Jumat Asri, Jumat (30/10/2026).

Baca juga  Reses Adi Sucipto, Serap Aspirasi Warga Terkait BPJS Kesehatan

Menurutnya, penentuan lokasi pembersihan ini telah dikoordinasikan secara matang bersama pihak kecamatan dan kelurahan untuk menyasar titik-titik krusial yang membutuhkan penanganan bersama.

Berdasarkan temuan DLH di lapangan, volume sampah rumah tangga yang ada di lokasi tergolong kecil dan tidak sebanding dengan masifnya tumpukan material konstruksi.

Indikasi kuat mengarah pada keterlibatan oknum tak bertanggung jawab yang sengaja membawa limbah tersebut menggunakan armada kendaraan bermotor roda empat ke atas.

“Mayoritas sampah-sampah material, kaca, bangunan. Sampah rumah tangga ada, cuma kecil. Kebanyakan kayaknya sampah skala besar ini dibuang ke sini, memakai kendaraan, baik pikap maupun truk,” tuturnya.

Ironisnya, lokasi pembuangan ilegal ini berada tepat di akses jalan yang semestinya dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan