BeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Teluk Bayur Disulap Jadi Tempat Buang Puing, DLH Pangkalpinang Turun Tangan

Padahal, jalan di kawasan Teluk Bayur memiliki potensi besar sebagai ruang publik untuk berolahraga, beristirahat, maupun jalur penunjang bagi para penghobi mancing.

“Padahal jalannya sudah bagus buat akses orang mancing di sini, untuk olahraga, istirahat, tapi disalahgunakan. Parahnya, sampah dibuangnya di jalan,” keluh Fahrizal.

Menindaklanjuti instruksi langsung dari Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak akan tinggal diam.

DLH bersama instansi terkait mengambil langkah represif preventif demi menghentikan aksi perusakan fasilitas umum ini.

Selepas pembersihan tuntas dilakukan, akses jalan di Teluk Bayur tersebut dipastikan akan ditutup sementara. Kebijakan ini diambil untuk menutup celah dan memutus rantai kebiasaan buruk oknum yang menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat pembuangan akhir ilegal.

Baca juga  21 Ribu Keluarga Masuk Desil 1–4, Baru 8 Ribu Terima Bansos di Pangkalpinang

Selain penutupan akses, DLH Kota Pangkalpinang juga akan memperketat patroli dan pemantauan berkala guna memastikan kawasan tersebut bersih dari ancaman sampah susulan.

“Kami akan terus memonitor terkait apakah masih ada pola buang sampah sembarangan di sini. Mudah-mudahan kalau sudah ditutup, sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Bagaimana menurut Anda? Draf berita dengan angle ini jauh lebih menonjolkan ketegasan kebijakan pemerintah dan kejanggalan skala sampah yang dibuang, sehingga lebih menarik perhatian pembaca yang menyukai isu perkotaan dan penegakan hukum. (**)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan