Sumpah Pemuda ke-98, Prof Udin: Jangan Jadi Penonton di Rumah Sendiri

Setelah membacakan amanat pusat, Prof. Saparudin menyampaikan pandangan personalnya di hadapan ratusan peserta upacara.
Ia menegaskan bahwa tantangan pemuda hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan dengan angkat senjata, melainkan mengisi ruang-ruang pembangunan daerah melalui inovasi dan integritas kerja nyata.

“Pemuda Pangkalpinang harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan penjaga keharmonisan sosial. Jangan hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Mari buktikan bahwa pemuda daerah mampu menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan kota ini dengan tetap memegang teguh nilai kepedulian dan kebersamaan,” tegas Prof. Udin.
Upacara yang diikuti oleh unsur aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan organisasi kepemudaan ini ditutup dengan penyerahan apresiasi khusus dari Pemkot Pangkalpinang kepada Fira Haniyah, anggota Paskibraka Nasional tahun 2026, berupa uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam melahirkan generasi muda yang adaptif, berdaya saing, dan berkarakter kuat.




