
Kontribusinya tidak hanya tercermin dari berbagai jabatan internasional yang pernah diembannya, tetapi juga dari komitmennya dalam mempertahankan prinsip-prinsip keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia. “Perjuangan Navi Pillay menunjukkan bahwa membela HAM membutuhkan komitmen yang kuat, termasuk ketika menghadapi situasi yang sulit dan kompleks.
Penghargaan ini bukan hanya pengakuan terhadap dedikasi beliau, tetapi juga merupakan penghormatan bagi para pembela HAM serta korban dan penyintas pelanggaran HAM yang terus memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Wamen HAM.
Wamen HAM juga mengapresiasi keputusan Navi Pillay yang mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para penyintas kejahatan internasional. Menurutnya, dedikasi tersebut memiliki makna penting karena menempatkan pengalaman dan perjuangan para penyintas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menegakkan keadilan.
“Dedikasi penghargaan ini kepada para penyintas kejahatan internasional sangat bermakna. Di balik setiap peristiwa pelanggaran HAM, ada manusia yang mengalami penderitaan dan terus berharap memperoleh keadilan. Suara dan harapan mereka harus tetap mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Wamen HAM berharap penghargaan Nobel Perdamaian 2026 kepada Navi Pillay dapat semakin memperkuat perhatian masyarakat internasional terhadap pemajuan dan pelindungan HAM, serta memberikan semangat bagi para pembela HAM yang terus bekerja memperjuangkan keadilan di berbagai belahan dunia.
“Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghormati HAM, dan memperjuangkan perdamaian yang berkelanjutan,” pungkas Wamen HAM.
Sumber : Kepala Biro Umum, Protokol, dan Humas Kementerian Hak Asasi Manusia Pungka M Sinaga




