BeritaDaerahPangkalpinang

KemenHAM Babel Perkuat Manajemen Risiko untuk Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

PANGKALPINANG, INLENS.id — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Kepulauan Bangka Belitung memperkuat penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berintegritas.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Manajemen Risiko bertema “Penguatan Manajemen Risiko untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif, Akuntabel, dan Berintegritas”, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan diikuti Kepala Kanwil KemenHAM Kepulauan Bangka Belitung Suherman, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Yulizar Akhmad Djaya, S.Kom., M.H., Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Anis Ratna Ningsih, S.E., M.Si., perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai narasumber, serta seluruh jajaran pegawai Kanwil KemenHAM Babel.

Kepala Kanwil KemenHAM Babel Suherman membuka kegiatan sekaligus menekankan bahwa manajemen risiko memiliki peran penting dalam memperkuat tata kelola dan sistem pengendalian internal di lingkungan kerja.

Menurutnya, pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi setiap pegawai agar potensi permasalahan dapat diidentifikasi dan ditangani sejak dini.

“Manajemen risiko harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan mengenali potensi risiko sejak awal, kita dapat menentukan langkah pengendalian yang tepat sehingga pelaksanaan tugas berjalan lebih efektif dan akuntabel,” ujar Suherman.

Baca juga  Kementerian HAM RI Gelar Uji Publik Revisi UU HAM di UIN Walisongo Semarang

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari BPKP. Materi mencakup konsep dasar manajemen risiko, unsur dan sumber risiko, hingga tahapan penerapannya dalam organisasi.

Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses manajemen risiko yang meliputi identifikasi, analisis, evaluasi, penanganan, hingga pemantauan risiko.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan terkait penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan Kanwil KemenHAM Babel.

Narasumber dari BPKP kemudian memberikan penjelasan sekaligus panduan praktis agar manajemen risiko dapat diterapkan secara efektif dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Melalui kegiatan tersebut, Kanwil KemenHAM Babel diharapkan semakin mampu membangun budaya kerja yang peka terhadap risiko, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhir kegiatan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Yulizar Akhmad Djaya menyampaikan kesimpulan sekaligus ucapan terima kasih kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan.

Kegiatan Sosialisasi Manajemen Risiko kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan Kanwil KemenHAM Kepulauan Bangka Belitung.

Related Articles

Tinggalkan Balasan