Bukan Sekadar Musik, Prof Udin Sebut Dambus Bisa Bentuk Kepekaan dan Karakter Pelajar

Penggunaan instrumen dambus umumnya dipadukan dengan irama tabuhan gendang, tarian daerah, serta lantunan pantun. Kombinasi ini menuntut harmonisasi perasaan para pemainnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Darwin, menegaskan bahwa program ini dirancang agar pelajar tidak asing dengan identitas lokalnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Kami ingin dambus kembali hidup dari lingkungan sekolah. Anak-anak tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga paham dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” kata Darwin.

Guna memperkuat rantai kelestarian tradisi, helatan ini juga menghadirkan Pagelaran Dambus 4 Generasi. Panggung tersebut mempertemukan para siswa dengan kelompok seni senior seperti Sanggar Rampai Bunyi, BTD Pedapuran, Mak Cikar, hingga Grup Rentak Dambus.
Darwin menyebut kolaborasi lintas generasi ini penting sebagai sarana transfer ilmu sekaligus bentuk apresiasi kepada para seniman gaek yang konsisten merawat keberadaan dambus.
“Pertemuan ini menjadi jembatan antara pelajar dengan para maestro. Kami juga memberikan penghargaan khusus kepada para musisi yang selama ini konsisten menjaga dambus tetap bergema,” pungkasnya. (**)




