Usia 269 Tahun, Pangkalpinang SMART Jadi Arah Baru Pembangunan di Era Prof Udin

Ia juga menyoroti pelestarian budaya lokal yang diintegrasikan dengan kreativitas modern, serta percepatan pembangunan infrastruktur penunjang konektivitas dan mobilitas publik.
Menurut Prof. Udin, konsep “Menang” bukan sebatas memenangi kompetisi, melainkan kemenangan dalam memberikan pelayanan publik, menjaga kelestarian lingkungan, menguatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga mempertahankan nilai budaya lokal di tengah arus perubahan zaman.
Mengakselerasi Lima Fungsi Utama Ibu KotaSebagai pusat pertumbuhan dan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang mengemban lima fungsi strategis, pusat pemerintahan dan permukiman, pusat perdagangan dan industri, pusat pelayanan kesehatan dan pendidikan, pusat administrasi pertambangan timah, serta pusat aktivitas keuangan.

Prof. Udin menekankan bahwa integrasi antara birokrasi, sektor ekonomi, dan ekosistem usaha yang kondusif menjadi syarat mutlak agar kota berjuluk Pangkal Kemenangan ini mampu menjawab tantangan ekonomi global.
“Dengan prinsip ‘Pecaye Kite Pacak’, kita yakin jika semua komponen bersinergi, tantangan sedinamis apa pun dapat kita lalui bersama,” tutur Prof. Udin optimis.
Penghormatan untuk Para PerintisDalam kesempatan tersebut, Prof. Udin bersama Wakil Wali Kota Desy Ayu Trisna turut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para pendahulu, pendiri, serta mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang yang telah meletakkan pondasi pembangunan sejak kota ini didirikan pada 17 September 1757 atas perintah Sultan Susuhanan Ahmad Najamuddin Adi Kesumo.
Upacara peringatan HUT ke-269 diakhiri dengan pembacaan pantun khas Melayu oleh Prof. Udin, memancarkan harapan agar Pangkalpinang terus bertumbuh menjadi kota maju dengan warga yang sejahtera dan bahagia.




