
Selain dikenal sebagai praktisi bisnis, Jimmy Yang juga aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tahun lalu, namanya sempat menjadi perhatian publik dengan belasan billboard ukuran besar ketika menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Pangkalpinang melalui pencalonannya sebagai bakal calon wali kota.
Namun baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak harus diwujudkan melalui jabatan politik.
_”Saya percaya, melayani masyarakat tidak selalu harus dari kursi pemerintahan. Dunia usaha pun dapat menjadi sarana untuk menciptakan manfaat yang nyata bagi banyak orang,” ungkapnya._
Saat ini Jimmy Yang juga dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Pandu Tani Indonesia (PATANI) DKI Jakarta. Melalui peran tersebut, ia mendorong kolaborasi antara sektor pertanian, peternakan, industri pangan, dan dunia perbankan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Ke depan, RPH Karawaci direncanakan berkembang menjadi pusat pengolahan hasil peternakan, termasuk produksi bakso dan berbagai produk turunannya. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai nilai yang melibatkan peternak, pelaku UMKM, industri pengolahan, hingga sektor distribusi.
Menurut Jimmy Yang, Indonesia masih memiliki banyak aset yang sebenarnya produktif, namun terhenti akibat persoalan pembiayaan maupun kredit bermasalah. Dengan pendekatan yang tepat, aset-aset tersebut dapat dihidupkan kembali dan menjadi motor penggerak ekonomi.
_”Aset bermasalah bukanlah akhir dari sebuah perjalanan bisnis. Di tangan yang tepat, ia justru bisa menjadi awal lahirnya nilai ekonomi baru.”_
Jimmy menambahkan bahwa setiap aset yang berhasil diselamatkan bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan kesempatan untuk menciptakan lapangan kerja, menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan sejati bukan diukur dari berapa banyak aset yang kita miliki, melainkan berapa banyak kehidupan yang menjadi lebih baik karena aset itu kembali produktif.”
Menutup pembicaraan, Jimmy menyampaikan filosofi yang selama ini menjadi pegangan dalam setiap proses penyelesaian aset yang ia tangani.
_”Negosiasi mungkin memenangkan sebuah transaksi. Tetapi kepercayaanlah yang memenangkan masa depan. Dan ketika sebuah aset kembali hidup, sesungguhnya yang sedang kita bangun bukan sekadar bisnis, melainkan harapan.”_




