Antrean BBM Mengular, Pertamina Stok BBM Babel Aman 7 Hari, Kelangkaan Dipicu Panic Buying dan Penimbunan

Pihak Pertamina juga menjelaskan bahwa penghentian penyaluran ke sejumlah SPBU dilakukan karena ketidakpatuhan terhadap aturan. Terkait kondisi SPBU Nibung yang sempat tidak beroperasi, perwakilan Pertamina menyampaikan bahwa setelah dilakukan perbaikan dan pemeriksaan kepatuhan prosedur operasional, penyaluran kemungkinan akan kembali dibuka mulai hari ini.
“Kami juga menghimbau dukungan dari semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Jika menemukan hal yang tidak wajar, silakan laporkan kepada kami agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Menanggapi keluhan mengenai antrean yang memanjang hingga meluas ke jalan raya serta kelangkaan stok yang dialami penjual eceran atau Pertamini, Pertamina menjelaskan bahwa stok cepat habis akibat pembelian berulang dari pihak tertentu yang kemudian diduga disalurkan kembali ke pedagang eceran.
“Kami juga tengah berkoordinasi dengan penegak hukum untuk menindak tegas praktik tersebut. Upaya penambahan pasokan pun telah dilakukan, dengan kenaikan alokasi sekitar tujuh hingga delapan persen dibandingkan jumlah normal untuk wilayah Bangka Belitung,” ungkapnya.
Mengenai harga Pertamax yang kini berada di atas Rp16.000 per liter, Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang dievaluasi setiap bulan. Sementara itu, normalisasi situasi di lapangan sangat bergantung pada ketenangan masyarakat dan kepatuhan terhadap aturan pembelian, mengingat tingginya pembelian yang didorong kepanikan akan membuat stok yang tersedia menjadi tidak mencukupi.




