Algafry Bidik Predikat Daerah Paling Inovatif, Bangka Tengah Siap Bersaing di Tingkat Nasional

Pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan ketahanan pangan, hadir inovasi TAMPAH DUWIT, UBI MENTEGA, SIBABE, PELANDUK, GETAS RASA ASIN, OCTOPUS, SIPADING GAWIT, SIPPAHIT, PELANGI, PAGAR RUMAH, SAMBALADA ASIN, NGETEM PADI BAE, MENGALO DISANTAN, SIMAS GANTENG, ASAM KANDIS, DAPUR PASTA, PENITI SOLOK, MASANG MUDEL GULE BIAR MANTEP, MI’AK HEBAT, SIBERAS, Unicorn Madu, KERIPIK CRISPY PEPAYA dan berbagai inovasi pangan lainnya.
Selain itu terdapat pula inovasi lintas sektor seperti ADE PERAN, GADIS NAMANG, PRAJA MENIJAK SIRAH, Praja Bina Desa, PATROLI MALGUMIS, PASTIKAN KOBA, Operasi Kenakalan Remaja (ONAR), LIDI KABUNG, Dipeletik, Rusip Enak dan sejumlah inovasi pelayanan masyarakat lainnya.
Algafry menegaskan, seluruh inovasi tersebut akan menjadi modal besar Bangka Tengah dalam menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.
Menurutnya, tren inovasi Bangka Tengah terus meningkat sejak tahun 2021 hingga 2025. Karena itu, pemerintah daerah menargetkan status Kabupaten Sangat Inovatif bahkan masuk jajaran daerah terbaik tingkat nasional.
“Kita ingin Bangka Tengah dikenal bukan hanya karena pembangunan fisiknya, tetapi juga karena kemampuan melahirkan solusi-solusi kreatif yang menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Algafry.
Ia menambahkan bahwa penyusunan RIPJPID menjadi fondasi penting agar seluruh inovasi yang telah lahir dapat berjalan terarah, terukur, memiliki dasar regulasi yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan dukungan 213 inovasi yang mencakup sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, pertanian, perikanan, lingkungan hidup hingga teknologi digital, Bangka Tengah kini bersiap menatap IGA Award 2026 dengan optimisme tinggi.
Bagi Algafry, penghargaan hanyalah bonus. Yang paling utama adalah memastikan setiap inovasi benar-benar menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Bangka Tengah.




