BeritaDaerahDPRD BabelPangkalpinang

Elvi Diana: Kekayaan Alam Tak Akan Membawa Babel Maju Tanpa SDM Unggul

Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Babel, Elvi Diana, saat menghadiri Kuliah Umum di Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (3/6/2026), yang menghadirkan pakar ekonomi nasional mantan Wakil Ketua Asosiasi Dewan Komisioner OJK periode 2022–2026, Anggoro Eko Cahyo, sebagai narasumber, untuk membekali mahasiswa memahami dinamika ekonomi dunia dan dampaknya terhadap daerah.

Elvi menjelaskan, pelaksanaan kuliah umum tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan ekonomi yang tengah dihadapi, baik di tingkat global maupun nasional, yang turut berdampak terhadap kondisi perekonomian Bangka Belitung.

“Sebenarnya latar belakang acara kuliah umum di UBB ini tidak lepas dari gejolak yang terjadi di Bangka Belitung. Dari ekonomi makro global, kita melihat berbagai konflik dunia yang berdampak terhadap perekonomian. Sementara di dalam negeri, kita juga menghadapi persoalan harga sawit yang belum stabil, harga timah yang masih berfluktuasi, hingga tantangan di sektor perikanan,” ujar Elvi.

Menurutnya, mahasiswa UBB merupakan generasi penerus yang akan memegang peranan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi ekonomi global, nasional, dan daerah agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Kami ingin memberikan wawasan kepada mahasiswa agar mereka memahami kondisi perekonomian yang sebenarnya. Banyak dari mereka berasal dari keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor sawit, timah, maupun perikanan. Dengan memahami kondisi ekonomi saat ini, mereka dapat melihat secara lebih utuh tantangan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Elvi menambahkan, pemahaman terhadap kondisi ekonomi juga penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa berbagai persoalan daerah membutuhkan solusi yang lahir dari generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing tinggi.

Baca juga  DPRD Babel Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Gubernur Baru

Dalam kuliah umum tersebut, salah satu poin yang menjadi perhatian adalah perbandingan antara kekayaan alam dan kualitas sumber daya manusia. Menurut Elvi, sejumlah negara yang memiliki sumber daya alam terbatas justru mampu berkembang pesat karena didukung kualitas SDM yang unggul.

“Suatu daerah atau negara boleh memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi jika kualitas manusianya tidak memadai, maka potensi itu tidak akan memberikan hasil maksimal. Singapura misalnya, tidak memiliki banyak sumber daya alam, namun mampu menjadi negara maju karena kualitas manusianya. Begitu juga beberapa negara lain yang terus berkembang karena investasi pada SDM,” ujarnya.

Ia menilai Bangka Belitung memiliki potensi besar melalui sektor pertambangan timah, perkebunan sawit, dan perikanan. Namun seluruh potensi tersebut hanya dapat memberikan manfaat optimal apabila dikelola oleh masyarakat yang memiliki pengetahuan, integritas, dan semangat untuk terus berkembang.

“Kalau Bangka Belitung ingin maju, maka SDM harus menjadi prioritas utama. Pengetahuan masyarakat harus terus ditingkatkan, karakter dan akhlak harus dibangun, serta semangat untuk memajukan daerah harus terus ditumbuhkan. Kita memiliki timah dan sawit, tetapi tanpa SDM yang berkualitas, potensi tersebut tidak akan mampu menjadi kekuatan bagi masa depan daerah,” tegasnya.

Melalui kegiatan kuliah umum tersebut, Elvi berharap mahasiswa dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai dinamika ekonomi sekaligus termotivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin dan penggerak pembangunan Bangka Belitung di masa mendatang.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan