Bom Waktu Meledak! Acing Disebut Otak Pencurian Timah Sitaan Negara di Smelter SIP

Hingga Selasa (13/1/2026), publik masih dibuat terheran-heran. Bagaimana mungkin aset negara dari pusaran korupsi tata kelola timah senilai Rp271 triliun itu bisa “diuapkan” begitu saja. Padahal, jika dikonversi ke nilai rupiah, angka kerugiannya diprediksi menembus ratusan miliar.
Benteng pihak keamanan smelter yang hanya galak hasil penelusuran tim redaksi di lapangan menunjukkan sebuah ironi yang nyata. Saat mencoba mendekati area smelter, sistem pengamanan terlihat sangat intimidatif.
Gerbang tinggi kokoh berbahan besi berwarna biru menutup rapat akses utama. Prosedur Interogasi Personel keamanan dengan sigap mencegat setiap tamu.
“Dari mana pak, ada kepentingan apa ke sini,” tanya seorang security dengan tangan menggenggam erat gagang pintu besi, menutup celah bagi siapa pun yang mencoba mengulik informasi.
Pengawasan Elektronik Kamera CCTV terpasang di berbagai sudut, merekam setiap pergerakan di area pos pengamanan. Logika publik pun terbentur. Jika wartawan saja begitu sulit masuk, bagaimana mungkin konvoi truk tronton dan eksavator bisa melenggang bebas keluar-masuk membawa 300 ton timah tanpa terdeteksi?
“Kartu Sakti” di Balik Mobilisasi Alat Berat
Desas-desus yang berhembus kencang menyebutkan adanya dugaan pencatutan nama Satgas Penindakan Tambang Ilegal bentukan Presiden Prabowo. Kabar ini menjadi spekulasi liar di masyarakat bahwa label institusi negara digunakan sebagai “pelicin” untuk memobilisasi alat berat di area sitaan.
Jika benar ada pencatutan nama Satgas Pusat, maka ini bukan sekadar pencurian, melainkan sebuah operasi sistematis yang dirancang untuk melumpuhkan fungsi pengawasan aparat penegak hukum di daerah.
Sementara, PR Besar di Tengah bergelayutnya Keheningan APH.
Anehnya, meski nilai barang yang dicuri fantastis, gaung pengungkapannya justru nyaris tak terdengar. Hampir tidak ada agresivitas dari Aparat Penegak Hukum (APH) di Provinsi Bangka Belitung untuk mengejar para pelaku maupun penadah 300 ton balok timah tersebut.
Kini, Smelter SIP berdiri bak sebagai monumen kecolongan terbesar dalam sejarah penyitaan aset korupsi di Bangka Belitung. Tanpa ada titik terang dan tersangka yang ditetapkan, hilangnya ratusan ton timah ini akan terus menjadi noda hitam dalam upaya pembersihan tata kelola timah nasional.
Sumber : (Babelupdate.com / Anthoni)




