Ratusan Pokir DPRD Babel Belum Terakomodir, Pemprov Janji Prioritaskan Program Mendesak

PANGKALPINANG, INLENS.id — Hasil reses anggota DPRD Bangka Belitung selama dua tahun terakhir ternyata belum sepenuhnya terakomodir oleh Pemerintah Provinsi. Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menggelar pertemuan dengan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Fery Afriyanto di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026).
Didit menegaskan, hasil reses yang telah dihimpun dan dirumuskan menjadi pokok pikiran (pokir) seharusnya tidak dibiarkan tanpa tindak lanjut. Ia menyebut, total terdapat sekitar 600 pokir yang diusulkan oleh 45 anggota DPRD.
“Pokir ini merupakan hasil serapan aspirasi masyarakat. Jika tidak diakomodir, tentu akan sia-sia. Alhamdulillah, Pemprov menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti, meski harus disesuaikan dengan skala prioritas,” ujarnya.
Menurut Didit, penentuan skala prioritas menjadi langkah penting mengingat keterbatasan anggaran daerah. Usulan-usulan tersebut akan disaring sebelum dibawa ke forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dijadwalkan pada 15 April 2026, dengan harapan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Ia mencontohkan, sejumlah kebutuhan mendesak seperti perbaikan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah perlu menjadi prioritas agar tidak terus membebani anggaran dinas terkait.
“Kita harus realistis, tidak semua pokir bisa langsung direalisasikan. Namun, hal-hal yang bersifat mendesak seperti perbaikan atap sekolah atau fasilitas ibadah tentu perlu didahulukan,” jelasnya.
Didit juga menekankan bahwa DPRD hanya berperan dalam menyampaikan aspirasi dan merumuskan program, sementara pelaksanaan tetap menjadi kewenangan pihak eksekutif.
Ia mengakui, Pemprov Babel menyambut baik masukan tersebut karena dinilai membantu pemerintah dalam menangkap kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Kita tidak bisa memaksakan semua usulan terlaksana jika anggaran terbatas. Tapi di sisi lain, tidak tepat jika hasil reses ini diabaikan,” tambahnya.
Didit berharap adanya dukungan pendanaan tambahan, termasuk dari dana pusat seperti sisa dana royalti, agar lebih banyak program yang dapat direalisasikan.
Sementara itu, Pj Sekda Babel Fery Afriyanto menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga membahas efektivitas penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027.
“Kita juga membahas strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar program-program prioritas bisa terlaksana sesuai rencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh program nantinya akan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) agar tetap sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan.
“Harapannya, PAD dapat terus meningkat sehingga perencanaan pembangunan yang sudah disusun bisa direalisasikan secara optimal,” pungkasnya.




