Guru Besar FH UBB Nilai Polri di Bawah Presiden Sudah Tepat, Wacana Reposisi Dinilai Berisiko

Ia juga menyoroti bahwa struktur Polri yang bersifat tunggal dan berjenjang, dari tingkat pusat hingga daerah, selama ini telah terbukti efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Struktur Polri saat ini sudah solid. Dari Mabes hingga Polsek, sistem komandonya jelas dan responsif. Ini kekuatan yang tidak boleh dilemahkan hanya karena perubahan struktural yang belum tentu membawa dampak positif,” jelasnya.
Dalam konteks reformasi Polri, Prof. Dwi menekankan bahwa fokus utama seharusnya bukan pada perubahan struktur kelembagaan, melainkan pada pembenahan yang bersifat substantif.
“Yang dibutuhkan Polri hari ini adalah peningkatan profesionalisme, independensi, transparansi, kualitas sumber daya manusia, serta pelayanan publik yang humanis. Polri juga harus terus didorong menjadi penegak hukum yang responsif dan progresif,” pungkasnya.
Sebagai akademisi hukum pidana lulusan S1 Universitas Islam Sultan Agung Semarang serta S2 dan S3 Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, Prof. Dwi Haryadi menilai penguatan institusi Polri harus dilakukan dengan pendekatan sistemik dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(yak)
