DPRD Babel Belajar ke BRIN, LTJ Disiapkan Jadi Sumber Ekonomi Baru

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN, Kurnia Setiawan Widana, mengungkapkan bahwa BRIN memiliki fasilitas pengolahan LTJ di KST G.A. Siwabessy, Pasar Jumat, Jakarta.
“BRIN mengoperasikan Pilot Plant PLUTHO, yang merupakan pilot plant terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas ini pernah mengolah monasit menjadi konsentrat LTJ, yang hasilnya telah digunakan sebagai material penyerap pada cat anti radar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sepanjang 2020–2024 BRIN telah menguasai teknologi hidrometalurgi LTJ sehingga mampu memisahkan LTJ hingga menjadi konsentrat hidroksida dan oksida, dengan kapasitas pengolahan 50 kilogram per batch menggunakan monasit berkadar 85 persen.
“Target BRIN pada 2035 adalah menghasilkan LTJ untuk kebutuhan komponen elektronika dan bahan bakar nuklir, sebut Kurnia.
Sementara itu Peneliti Ahli Madya PRTBNLR BRIN lainnya, I Gde Sukadana, menjelaskan bahwa kolaborasi riset antara BRIN dan pemerintah daerah dapat dilakukan di tingkat provinsi maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Melalui program SDM moving, pemerintah daerah dapat mengajukan periset BRIN untuk membantu kegiatan riset di daerah melalui skema perjanjian kerja sama dengan pusat riset atau organisasi riset di BRIN,” ujarnya.




