
Lewat manajemen waktu yang rapi, Novika memanfaatkan waktu selepas mengajar dan akhir pekan untuk memantau ketersediaan bahan baku, pengecekan produksi, serta perkembangan pemasaran.
“Setelah pulang mengajar, saya bisa fokus memantau usaha. Buat saya, usaha ini seperti penyeimbang antara dunia mengajar dan dunia bisnis,” ungkapnya.
Untuk menjaga kualitas, Novika menggunakan kulit sapi asli tanpa campuran. Proses pembuatannya pun berlangsung alami. Kulit sapi dicuci, dibersihkan, direbus hingga mudah dibuang bulunya, lalu dipotong dan dijemur hingga kering sebelum digoreng dengan teknik dua kompor agar hasilnya mengembang sempurna.
“Hasilnya kerupuknya kopong, renyah, gurihnya natural dari garam dan penyedap. Ada aroma khas kulit sapi, tapi tidak amis,” jelasnya.
Sebagai Mitra Binaan PT TIMAH Tbk, Novika mendapat banyak kesempatan memperkenalkan produknya melalui berbagai pameran UMKM. Hal ini membantu kerupuk WanMiQ makin dikenal masyarakat dan kini sudah tersedia di pasar, toko oleh-oleh, hingga toko buah.
“PT TIMAH Tbk menjadi jembatan promosi bagi saya. Beberapa kali diajak ikut pameran UMKM, akhirnya produk saya dikenal luas,” ujarnya.
Selain modal usaha dan kesempatan pameran, Novika juga memperoleh pelatihan pengemasan dan pemasaran produk. Baginya, dukungan ini sangat berarti untuk memperluas jangkauan bisnis.
“Terima kasih PT TIMAH Tbk yang selalu membantu UMKM. Semoga ke depan dukungannya semakin banyak, karena saya ingin usaha ini berkembang lebih besar dan punya cabang,” harapnya.
Ke depan, Novika berencana menambah varian rasa kerupukyang saat ini hanya tersedia original dan pedas serta membuka cabang di Pulau Belitung.




