BeritaDaerahHukum dan KriminalPangkalpinangPolda Babel

Golden Jadi Anomali Baru Pangkalpinang, Jud1 Berkedok Ketangkasan Beroperasi 18 Jam

PANGKALPINANG, INLENS.id – Sebuah temuan lapangan kembali menggoyang percakapan publik di Pangkalpinang. Di tengah hiruk-pikuk kota, kawasan yang populer disebut Golden ternyata menyimpan aktivitas yang jauh dari kata biasa.

‎Dilansir dari Berita5.co.id, lokasi ini diduga menjadi arena perjudian berkedok ketangkasan dengan pola operasi yang membuat banyak pihak menggelengkan kepala: 18 jam jalan terus, tanpa celah, tanpa benar-benar berhenti.

‎Yang membuat temuan ini semakin mengusik adalah letak bangunannya menempel persis dengan sebidang tanah yang berdiri plang tegas bertuliskan: “DALAM PENGAWASAN TNI AD.”

‎Kombinasi dua fakta ini mendorong publik berspekulasi lebih jauh.
‎Siapa yang sebenarnya mengendalikan Golden? Dan bagaimana aktivitas sepanjang itu bisa beroperasi begitu tenang di sisi area militer?

‎Dua Gedung, Satu Napas Operasional

‎Penelusuran lapangan menunjukkan bahwa Golden tidak hanya beroperasi di satu titik. Ada dua gedung yang bekerja bergantian, tetapi pola waktunya tersusun sedemikian rupa sehingga saling menutupi jeda.

‎Gedung pertama aktif 10.00 – 01.00 WIB

‎Gedung kedua mengambil alih dari 20.00 – 05.00 WIB

‎Seorang sumber internal menyebut, ritme ini bukan improvisasi. Ini skema operasi yang dirancang agar aliran permainan tak pernah mati. Mesin mungkin berhenti sesaat, tapi operasional tidak.

‎Misteri di Samping Plang TNI AD

‎Kedekatan bangunan Golden dengan tanah berlabel pengawasan TNI AD menjadi titik paling banyak dibicarakan warganet. Banyak yang menganggap kombinasi lokasi ini “tidak masuk akal”, bahkan “terlalu berani”.

‎Belum ada penjelasan dari pihak berwenang apakah kedekatan ini mengandung keterhubungan tertentu atau murni geografis.

‎Namun dalam praktik di lapangan, aktivitas semacam ini biasanya berada di lokasi yang penuh risiko razia, bukan justru berdampingan dengan tanah yang terkait institusi militer.

‎Justru inilah yang mempertebal tanda tanya.

‎Ayung: Masuk Pagi dalam Keadaan Lebam

‎Di sela sorotan publik terhadap operasional Golden, mencuat insiden yang menambah gelapnya dugaan.

‎Seorang pria berinisial A (Ayung) disebut kehilangan kendali setelah kalah berturut-turut dan menyiram air ke mesin permainan. Aksinya terekam CCTV.

‎Ayung kemudian dipanggil manajemen, dibawa ke ruangan tertutup, dan menurut saksi mata, diproses hingga menjelang pagi.

‎Saksi yang melihatnya keluar mengatakan: “Pagi baru keluar. Mukanya lebam. Katanya diproses malam itu,” katanya.

‎Tidak ada penjelasan apa yang dimaksud “diproses”. Yang jelas, ada sesuatu yang terjadi di balik pintu ruangan itu.

‎Pihak Golden Bungkam

‎Upaya konfirmasi kepada Tobi (disebut pengurus) dan Irwansyah (Humas Golden) yang dikirim pada 23 November 2025 pukul 15.44 WIB tidak mendapat balasan hingga laporan ini naik.

‎Diamnya manajemen justru makin memperlebar ruang dugaan.

‎Pertanyaan Publik Mengarah pada Satu Benang Merah

‎Dengan operasi 18 jam, dua gedung satu manajemen, insiden kekerasan internal, dan lokasi yang menempel pada tanah berplang pengawasan TNI AD, publik kini menyoroti Golden bukan sebagai isu lokal biasa, tetapi sebagai anomali besar yang belum mendapat jawaban.

‎Dan pertanyaan yang terus menggema:

‎Siapa sebenarnya kekuatan di belakang Golden?

Baca juga  ‎Permainan Layangan dan Tali Gelasa Disorot, Budayawan Nilai Anak Zaman Sekarang Kurang Peka Sosial ‎
1 2Laman berikutnya

Related Articles