Terumbu Karang Pulau Gelasa Terancam Punah Akibat Praktik Ilegal Potas dan Bom Ikan

Mereka juga kerap kabur saat mengetahui ada pengawasan dari tim LEPU, termasuk pelaku pengeboman yang menggunakan perahu kecil agar sulit terdeteksi.
Kelompok Pecinta Laut Mulai Lakukan Restorasi Karang
Di tengah maraknya praktik destruktif itu, LEPU dan sejumlah komunitas kecil pencinta laut kini bergerak melakukan restorasi terumbu karang.
Mereka menanam kembali karang-karang mati akibat bom ikan di beberapa titik dasar laut Pulau Gelasa. Upaya rehabilitasi ini dilakukan secara mandiri, dengan peralatan sederhana dan mengandalkan kerja sama sukarelawan yang peduli pada keberlanjutan laut Bangka Belitung.
Meski bergerak tanpa dukungan besar, kelompok ini berusaha mempertahankan sisa ekosistem yang masih bertahan.
Mereka menegaskan bahwa tanpa intervensi cepat, terumbu karang Gelasa bisa benar-benar hilang dalam beberapa tahun ke depan.
Nelayan Lokal Resah: Sumber Mata Pencaharian Terancam Hilang
Situasi ini menimbulkan keresahan mendalam bagi para nelayan lokal yang selama ini mengandalkan alat tangkap sederhana.
Mereka khawatir jika destructive fishing terus berlangsung, populasi ikan akan menurun drastis dan mata pencaharian mereka terdampak langsung.
Jika praktik ilegal terus berlangsung tanpa penindakan tegas, terumbu karang Gelasa bisa hilang dan populasi ikan karang akan menurun drastis.
Desakan Penindakan Tegas dan Pengawasan Laut
LEPU dan nelayan lokal mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi kelautan untuk memperkuat pengawasan laut serta melakukan penindakan tegas terhadap pelaku destructive fishing.
Hingga berita ini dirilis, media ini masih berupaya menghubungi dinas terkait di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendapatkan tanggapan resmi.
Sumber : Buletinexpress




