Upacara Hari Pahlawan di Bangka Tengah, Efrianda: Teladani Tiga Hal Penting

Yang kedua ialah semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya karena setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
“Ketiga, ialah pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai, dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” lanjutnya.
Disebutkan juga bahwa di masa sekarang, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian, tetapi semangatnya tetap sama yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya. Para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak,” pungkasnya.
Usai upacara, Algafry Rahman selaku Bupati Bangka Tengah, didampingi Wakil Bupati, Efrianda, bersama dengan jajaran Forkopimda, menyerahkan bantuan sosial kepada veteran dan janda veteran wilayah Kabupaten Bangka Tengah. * Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah




