Bangka BaratBeritaDaerahPemprov Babel

Gubernur Hidayat: Pendidikan harus Membebaskan, Memberdayakan dan Memanusiakan Manusia

KELAPA, INLENS.id — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kelapa, merupakan tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah dalam menjamin hak pendidikan seluruh anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Hal itu disampaikan Gubernur Hidayat Arsani saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan SLB Negeri Kelapa di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (4/8/2025), bersama Bupati Bangka Barat Markus dan Ketua DPRD Badri Syamsu.

“Pendidikan harus membebaskan, memberdayakan, dan memanusiakan manusia. Pendidikan luar biasa adalah jembatan bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus untuk bisa mengejar cita-citanya,” ujar Hidayat.

Baca juga  Dari Ratusan Peserta yang Mendaftar Program Pemali Boarding School PT Timah, Sebanyak 63 Siswa Terpilih Lanjut ke Tahap Seleksi Berikutnya

Gubernur Hidayat Arsani menambahkan bahwa negara tidak boleh membiarkan ada anak yang kehilangan haknya hanya karena kondisi fisik, mental, atau latar belakang sosial.

Menurutnya, kehadiran SLB bukan sekadar proyek fisik, melainkan bukti hadirnya negara untuk seluruh warga, tanpa terkecuali.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus, menyebut pendirian SLB Negeri Kelapa merupakan hasil dorongan bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Saat ini baru ada satu SLB negeri di Mentok. Harapan kami, dengan berdirinya SLB Negeri Kelapa ini, layanan pendidikan bisa menjangkau seluruh kecamatan di Bangka Barat,” ujar Markus.

1 2Laman berikutnya

Related Articles