BeritaDaerahPangkalpinang

Solidaritas dari Belitung untuk Bangka, AMPB Suarakan Stop Perpanjangan IUP PT Timah Blok Oliver di Belitung Timur

“Laut bukan tanah kosong. Di dalamnya ada kehidupan, budaya, dan penghidupan ribuan nelayan. Jika tambang laut terus dipaksakan, maka yang akan punah bukan hanya ikan, tapi juga masa depan anak cucu kita,” lanjut Yudi.

Seruan untuk Gubernur dan Pemerintah Pusat
AMPB mendesak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah pusat untuk tidak meneruskan pola pembangunan eksploitatif yang mengorbankan ekosistem dan rakyat kecil. Mereka juga menyerukan agar kebijakan kelautan dan pertambangan mempertimbangkan suara masyarakat lokal dan menjaga keberlanjutan jangka panjang.

Aksi ini berlangsung damai dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Para demonstran membentangkan spanduk, membawa poster bertuliskan “Tolak Tambang Laut”, “Laut untuk Nelayan Bukan untuk Tambang”, serta “Stop Perpanjangan IUP PT Timah di Blok Oliver”.

Baca juga  Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan dan Jaga Ekosistem Pesisir, PT Timah Lepaskan Ribuan Bibit Kepiting Bakau di Perairan Kundur dan Karimun

Solidaritas dari Belitung untuk Bangka: Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan
Kehadiran AMPB dalam aksi ini menegaskan bahwa perjuangan melawan tambang laut adalah perjuangan kolektif lintas wilayah. Belitung dan Bangka boleh saja dipisahkan laut, namun penderitaan dan ancaman yang dihadapi masyarakat pesisir tetap sama: hilangnya sumber penghidupan karena kerakusan eksploitasi tambang.

“Kami di Belitung tidak akan diam ketika saudara kami di Bangka diperangi tambang laut. Begitu pula sebaliknya. Ini soal keberlangsungan hidup bersama,” tutup Yudi Amsoni.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles