Pemkab Bateng Bentuk Brigade Pangan untuk Ketahanan Pangan Daerah

“Swasembada pangan harus terwujud pada tahun 2025. Kita berharap Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras. Brigade Pangan yang dibentuk ini akan menjadi kunci keberhasilan, dengan manajemen modern dan alat pertanian canggih seperti TR-4, mesin combine, dan drone,” jelas Hengki.
Ia menambahkan, Brigade Pangan yang terdiri dari 15 orang akan mengelola hingga 200 hektare sawah, meningkatkan indeks pertanian dari IP 100 menjadi IP 200 atau lebih.
Struktur dan Fungsi Brigade Pangan
Brigade Pangan di Bangka Tengah ini terdiri dari para petani Desa Namang dan Belilik, dengan Yudi, seorang petani milenial, sebagai manajer. Brigade ini terbagi dalam beberapa divisi, yaitu divisi produksi, Alsintan (alat dan mesin pertanian), usaha dan pasca panen, serta keuangan.
Program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Kasrem 045/Gaya, dan Dandim 0413/Bangka.
Harapan Bupati dan Stakeholder
Bupati Algafry berharap Brigade Pangan dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan swasembada pangan. “Kami ingin Bangka Tengah menjadi sentra padi yang mandiri, tidak bergantung pada daerah lain,” tuturnya.
Di akhir acara, dilakukan penandatanganan MoU sebagai simbolisasi pembentukan Brigade Pangan. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.




