Polres Basel Bubarkan 11 Kelompok Geng Motor yang Meresahkan
Polres Bangka Selatan juga telah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menyusun berbagai langkah strategis. Salah satu langkah preventif yang dilakukan adalah sosialisasi ke sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP dan SMA, untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang dampak negatif geng motor.
“Anak muda sering menjadi sasaran utama perekrutan kelompok ini. Kami berusaha memberikan edukasi agar mereka tidak terjerumus dalam aktivitas yang merugikan,” jelas Kapolres.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya ini dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang melibatkan geng motor. “Kami membuka akses layanan 110 dan siap merespons laporan masyarakat dengan cepat,” tegasnya.
Identifikasi kelompok geng motor lain
Meskipun sebagian besar kelompok sudah membubarkan diri, Kapolres memastikan pihaknya tetap melakukan identifikasi terhadap kelompok lain yang mungkin masih aktif. Ia juga mengingatkan akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan masyarakat.
“Kami tidak akan segan-segan bertindak terhadap siapa pun yang merencanakan tindakan kriminal, terutama jika berkaitan dengan geng motor. Keamanan masyarakat adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.
Upaya deklarasi anti geng motor ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif di Bangka Selatan, sekaligus menjadi langkah awal untuk menghapus keberadaan geng motor di wilayah tersebut.




