Gubernur Babel Perintahkan Evaluasi Sistem BBM Subsidi, Dorong Pelayanan Lebih Adil

PANGKALPINANG, INLENS.id – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani meminta sistem pengawasan dan pembayaran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Bangka Belitung tidak bergantung pada satu lembaga perbankan saja. Menurutnya, keterlibatan lebih banyak bank dalam sistem penyaluran BBM diperlukan untuk menciptakan pelayanan yang lebih adil, inklusif, dan menghindari potensi kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Hidayat saat memimpin Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pengendalian Penyaluran BBM tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Rabu (17/6/2026).
Dalam forum yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan sektor energi itu, Hidayat menekankan pentingnya reformasi sistem penyaluran BBM bersubsidi agar lebih efektif, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya ingin penyaluran dan sistem pembayaran BBM ini tidak dimonopoli oleh satu pihak saja. Kita harus memiliki sistem yang lebih inklusif dan cepat selesai. Oleh karena itu, usahakan kerja sama dengan bank-bank lain yang ada di wilayah kita agar tidak timbul kecemburuan sosial di masyarakat,” tegas Hidayat.
Menurutnya, pembenahan sistem pengawasan dan distribusi BBM tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pelayanan, tetapi juga menyangkut keadilan akses bagi masyarakat serta pelaku usaha yang menjadi pengguna BBM bersubsidi.
Gubernur berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat melahirkan solusi konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara merata.




