BeritaDaerahHukum dan KriminalPangkalpinangPolda Babel

Ratusan PIP Bombardir Laut Depan Pantai Pasir Padi, Warga Minta Pemerintah dan APH Bertindak

PANGKALPINANG, INLENS.id – Destinasi wisata unggulan Kota Pangkalpinang, Pantai Pasir Padi, kini menghadapi ancaman serius.

‎Aktivitas ratusan ponton tambang timah yang beroperasi hanya sekitar tiga mil dari garis pantai diduga mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas perairan di kawasan tersebut.

‎Pada saat air pasang, wisatawan maupun warga sekitar mengeluhkan kondisi laut yang berubah keruh pekat.

‎Air yang biasanya jernih berganti warna kecokelatan, menyerupai campuran pasir halus dan lumpur.

‎Fenomena ini memicu kecurigaan bahwa material lumpur berasal dari limbah aktivitas penambangan timah yang terus berlangsung di area perairan luar pantai.

‎Para nelayan dan pedagang di sekitar pantai mengaku paling merasakan dampaknya.

‎Seorang nelayan setempat mengatakan, sejak intensitas ponton meningkat dalam satu bulan terakhir, warna air laut makin cepat berubah, terutama di pagi dan sore hari.

“Dulu keruhnya tidak separah ini. Sekarang pasang sedikit saja, sudah seperti air lumpur,” ujarnya kepada wartawan, Senin (08/12/2025).

‎Sementara itu, para pelaku wisata khawatir kondisi ini akan menurunkan minat pengunjung.

‎Selain itu dampak aktivitas tersebut diduga telah mengganggu jalur lintas pelayaran.

‎Pantai Pasir Padi selama ini dikenal sebagai ikon rekreasi keluarga di Pangkalpinang. Namun, jika perairannya terus memburuk, reputasi itu bisa tergerus.

‎Hingga kini belum ada pernyataan resmi apakah kegiatan penambangan timah tersebut memiliki izin maupun kajian dampak lingkungan yang memadai.

‎Warga meminta pemerintah kota dan penegak hukum untuk turun tangan, setidaknya memastikan aktivitas tambang yang begitu dekat dengan kawasan wisata tidak mengancam ekosistem laut dan kehidupan masyarakat pesisir.

‎Keberadaan ratusan ponton tambang timah di jarak yang begitu dekat dari Pantai Pasir Padi menjadi alarm keras bagi keberlanjutan pariwisata Pangkalpinang.

‎Tanpa langkah cepat dan tegas, bukan tak mungkin destinasi kebanggaan kota ini hanya akan menyisakan cerita tentang pasir putih yang perlahan hilang di balik keruhnya lumpur tambang.

Baca juga  Pemkot Pangkalpinang Raih Predikat Zona Hijau
1 2Laman berikutnya

Related Articles