
JAKARTA, INLENS.id – Gejolak politik yang ditandai demonstrasi besar-besaran sepanjang Agustus 2025 berbuntut panjang. Sebanyak lima anggota DPR RI periode 2024–2029 resmi dinonaktifkan oleh partai masing-masing.
Aksi unjuk rasa yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap kinerja DPR, berujung ricuh di sejumlah kota. Kericuhan itu melumpuhkan transportasi umum, merusak fasilitas publik, sekaligus memunculkan gelombang kritik tajam terhadap perilaku wakil rakyat.
Sejumlah partai politik akhirnya mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kader mereka dari kursi parlemen.
Adies Kadir – Partai Golkar
Partai Golkar menonaktifkan Adies Kadir, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar.
Adies menuai kritik publik usai menguraikan rencana kenaikan tunjangan anggota dewan. Meski sempat meralat pernyataannya, polemik terlanjur meluas hingga memicu kemarahan publik.




