
JAKARTA, INLENS.id – Langkah Kejaksaan Agung menggandeng TNI dalam pengamanan kantor kejaksaan dinilai tak hanya keliru, tapi juga berbahaya bagi masa depan demokrasi dan profesionalisme militer. Tudingan keras ini dilontarkan Al Araf, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil, dalam diskusi Satu Meja The Forum bertema “TNI Jaga Kejati dan Kejari, Sinergi atau Intervensi?”, Rabu (14/5/2025).
“Saya melihat realitas institusi sipil ini terlalu genit menarik-narik militer masuk ke wilayah sipil,” sindir Al Araf pedas.
Menurutnya, kebijakan Kejagung mengundang militer ke ranah penegakan hukum sipil adalah langkah mundur ke zaman gelap dwifungsi ABRI. “Ingat loh, dwifungsi TNI itu jadi pintu masuk militer ke politik di era Orde Baru. Jangan sampai sejarah kelam itu diulang,” tegasnya.
