Prof Udin Minta Gerakan Pangan Murah Digelar Rutin, Sasar Warga yang Paling Membutuhkan

Ia mendorong pelibatan lebih banyak kelompok wanita tani (KWT) dan UMKM agar hasil bumi Pangkalpinang memiliki saluran distribusi yang pasti.
“Ke depan kita harapkan lebih banyak lagi pelaku UMKM dan kelompok KWT yang berpartisipasi. Hasil pertani, seperti sayur-mayur, buah-buahan, hingga hasil bumi lainnya bisa dipasarkan langsung di Gerakan Pangan Murah ini,” tuturnya.
Menurutnya, integrasi pasar seperti ini menciptakan dampak ganda (multiplier effect), masyarakat mendapatkan komoditas pokok seperti cabai, sayuran, dan buah dengan harga yang jauh lebih ekonomis, sementara para petani dan peternak lokal memiliki kepastian pasar.
“Termasuk jika ada kelompok masyarakat yang membudidayakan atau memelihara ayam, hasil ternaknya bisa ikut dijual di program ini. Ini sangat membantu menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi warga,” kata Prof. Udin menambahkan.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan TP PKK dan dinas-dinas terkait agar program kolaboratif ini dapat berjalan secara berkala di berbagai kecamatan di Pangkalpinang.




